1002205688

One

Membaca Arah Beringin: Mengapa Asep Japar Jadi Kartu AS Golkar Sukabumi?

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI — Dinamika internal DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 (XI) pada tahun 2026 ini kian hangat dibicarakan. Di tengah berbagai teka-teki mengenai siapa figur yang paling tepat untuk memegang kemudi beringin di tingkat daerah, nama Drs. H. Asep Japar, M.M., atau yang akrab kita sapa Kang Asjap terus mengemuka.

Sebagai orang yang mengamati perkembangan politik daerah dari dekat, saya melihat gelombang sorotan positif terhadap beliau bukanlah hal yang kebetulan. Dalam kacamata saya, Asjap bukan sekadar meramaikan bursa calon ketua. Lebih dari itu, beliau sudah berada pada tingkatan sangat layak untuk memimpin DPD Golkar Kabupaten Sukabumi.

Jika ditinjau dari latar belakang dan rekam jejaknya, Asjap ini bisa dikatakan paket komplit. Beliau punya pengalaman panjang di ranah birokrasi, menguasai betul persoalan teknis di lapangan, dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan basis masyarakat terbawah.

Nilai tambah utama yang melekat pada diri Asjap terletak pada latar belakangnya sebagai seorang teknokrat murni. Pengalamannya bertahun-tahun menahkodai instansi teknis strategis seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi telah membentuk karakter kepemimpinan yang terbiasa berbasis data, terencana, dan berorientasi pada hasil nyata.

Saya melihat kultur politik masa kini tidak lagi cukup hanya diisi oleh jualan retorika panggung atau obral janji. Masyarakat Sukabumi hari ini membutuhkan bukti dan kerja-kerja terukur. Golkar, yang secara historis dibesarkan oleh semangat Karya dan Kekaryaan, akan menemukan kembali ruh utamanya ketika dipimpin oleh figur yang terbiasa mengeksekusi program pembangunan secara riil. Modal sosial Asjap pun makin solid berkat kiprahnya di ranah eksekutif daerah. Kepercayaan publik yang terbangun selama masa pengabdiannya adalah aset politik berharga yang bisa dikonversi menjadi kekuatan elektoral Golkar ke depan.

Selain aspek teknokratis, tantangan terbesar partai politik di tingkat daerah adalah merawat soliditas internal serta merangkul berbagai elemen masyarakat. Disinilah letak keunggulan lain yang saya cermati dari sosok Asjap. Style komunikasinya cenderung tenang, bersahaja, namun sangat merangkul. Karakter ini penting untuk menjadi penyeimbang di tengah keberagaman faksi politik.

Rekam jejak interaksinya pun sangat luas—mulai dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pelaku usaha kecil di pelosok Sukabumi. Kemampuannya mendengarkan masukan dan kritik secara terbuka merupakan modal penting untuk menjaga mesin partai agar tetap membumi, responsif, dan ramah bagi semua kalangan.

Perkembangan terkini menunjukkan bahwa Golkar Sukabumi telah resmi membentuk panitia Musda XI untuk melaksanakan agenda penting pemilihan dan regenerasi kepengurusan. Meski pelaksanaannya  panitia masih menunggu penetapan jadwal resmi dari DPD Golkar Jawa Barat, mesin persiapan teknis dan konsolidasi organisasi sudah mulai bergerak.

Proses regenerasi kepemimpinan ini nantinya akan ditentukan oleh 52 total suara sah yang memiliki hak pilih. Pemilik suara tersebut terdiri dari unsur pimpinan kecamatan (PK) serta pengurus di tingkat daerah.

Bagi saya, momentum Musda XI nanti harus dimanfaatkan secara bijak oleh 52 pemilik suara sah tersebut. Memilih Asep Japar bukan sekadar urusan memenangkan figur tertentu, melainkan sebuah keputusan strategis. Ini adalah langkah untuk memastikan Partai Golkar Kabupaten Sukabumi dipimpin oleh sosok yang tidak hanya mahir mengonsolidasi partai, tetapi juga siap membawa dampak pembangunan yang betul-betul dirasakan oleh masyarakat Sukabumi.

Penulis : Iwan Sugiyanto S.Pd ( Pemerhati Politik Lokal dan Ketua WAJA dan Pers Sukabumi Ngahiji

Tinggalkan komentar