ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI — Memasuki hari kedua pencarian, personil Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Tim SAR Gabungan kembali bergerak menyisir wilayah Pantai Istiqomah, Kelurahan Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (4/10/2026), guna mencari korban yang terseret arus ombak.
Upaya pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam beberapa sektor. Unit SRU 1 menyisir perairan menggunakan Speed Boat Polair sejauh 4 mil laut. Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran darat sejauh 2 kilometer ke arah barat dan 2 kilometer ke arah timur. SRU 3 melakukan pencarian menggunakan perahu LCR sejauh 4 mil laut, dan SRU 4 melakukan pemantauan menggunakan drone hingga radius 200 meter.
Pencarian ini melibatkan unsur dari Pos SAR Sukabumi, Polairud, Balawista, TNI Pos AL Palabuhanratu, RAPI Palabuhanratu, HNSI Palabuhanratu, Wanadri, SAKA SAR, Sehati Gerak Bersama, SAR Khatulistiwa, serta keluarga korban.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menyampaikan bahwa tim terus berupaya semaksimal mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan para personel.
“Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel. Pencarian akan kami lanjutkan kembali setelah evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya,” ujar Suryo Adianto.
Kendala cuaca turut menghambat proses pencarian hari ini, di mana angin laut mencapai 13 knot dengan tinggi gelombang berkisar 2 hingga 2,5 meter, disertai hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut membuat pencarian terpaksa dihentikan demi keselamatan seluruh pihak yang terlibat. Hingga petang ini, korban belum juga ditemukan, dan upaya pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin (5/10) pagi.
Diketahui, korban bernama Doa Khairul Ikhsan (17) terseret arus ombak saat sedang mandi di kawasan Pantai Istiqomah pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 08.00 WIB.






