IMG 20261003

One

Kelangkaan BBM Subsidi, Nelayan Ciemas Terpaksa Gunakan Pertamax, Biaya Melaut Meningkat Tajam

Kelangkaan BBM Subsidi, Nelayan Ciemas Terpaksa Gunakan Pertamax

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI — Para nelayan di Pantai Palangpang, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, kini menghadapi dua tantangan sekaligus: hasil tangkapan yang belum maksimal dan kelangkaan BBM subsidi. Kondisi ini memaksa banyak nelayan terpaksa menggunakan BBM jenis Pertamax dengan biaya yang jauh lebih tinggi, Sabtu (03/10/2026).

Aris Irpan, salah satu pengusaha ikan di Pantai Palangpang, menjelaskan bahwa hasil tangkapan saat ini didominasi ikan layur, cumi, dan ikan pagang.

“Ikan yang muncul dari hasil tangkapan nelayan Ciemas saat ini, ada jenis ikan layur, cumi, dan ikan hasil tangkapan pagang,” ujar Aris saat dikonfirmasi awak media.

Sementara itu, Ujang Sarif, pengurus Kampung Nelayan Merah Putih, menyampaikan bahwa ikan layur yang tertangkap sebagian besar belum bisa diserahkan ke perusahaan pengolahan karena ukurannya masih kecil dan mudah rusak. Belum lagi masalah BBM yang semakin memberatkan.

“Sudah dua hari ini kami mengalami kelangkaan BBM subsidi, sehingga biaya melaut menjadi berisiko tinggi. Mau tidak mau, ada yang terpaksa menggunakan Pertamax,” ungkap Ujang.

“Yang biasanya mengeluarkan biaya sebesar Rp60.000, kini naik menjadi Rp100.000 per sekali melaut. Dengan situasi saat ini, mau tidak mau harus dibeli,” lanjutnya.

Ujang pun berharap pemerintah segera menindaklanjuti persoalan ini. Meski menghadapi kesulitan bertubi-tubi, semangat para nelayan Ciemas tak luntur. Mereka tetap berjuang turun ke laut setiap hari, berharap rezeki yang lebih baik dan solusi atas kelangkaan BBM segera terwujud.

Tinggalkan komentar