ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Di tengah ketatnya persaingan dan tantangan ekonomi yang tak menentu, Asep Supendi, pengusaha ayam petelur dari Kampung Pangguyangan RT 001/003, Kedusunan Ciemas Dua, Desa/Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, menyuarakan keluh kesahnya. Selama lebih dari 14 tahun menggeluti usaha warisan keluarga ini, ia kini semakin terjepit akibat kenaikan harga pakan ternak yang terus merangkak naik tanpa henti, Sabtu (22/08/2026).
Saat awak media onenewsoke.com berkunjung langsung ke lokasi usahanya, Asep menceritakan betapa beratnya situasi yang dihadapi belakangan ini. “Bahan baku pakan terus melonjak naik, namun hal ini sama sekali tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual telur di pasaran,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Meski beban biaya produksi semakin memberatkan, semangat Asep tak pernah padam. Ia tetap bertekad menjalankan usaha ini demi menghidupi keluarganya serta beberapa pekerja yang turut bergantung pada tempat usahanya. Bahkan di tengah keterbatasan, ia tak pernah lupa berbagi untuk kepentingan bersama: menyisihkan sebagian hasil usahanya guna membantu pembangunan masjid, kegiatan keagamaan, mendukung aktivitas kepemudaan, santunan bagi anak yatim dan dhuafa hingga perayaan hari besar nasional.
Kebaikan dan kehadiran usaha Asep pun sangat dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. Salah satu warga Desa Ciemas membenarkan hal itu, menyatakan bahwa keberadaan kandang ayam milik Asep membawa dampak positif yang nyata bagi lingkungan setempat.
Mengenai harapannya, Asep berharap pemerintah dapat memberikan perhatian nyata bagi pelaku usaha kecil sepertinya. “Saya berharap ada langkah konkret untuk menekan harga pakan. Bukan berarti kami ingin menjual telur dengan harga mahal, kami hanya ingin biaya produksi dan pendapatan seimbang agar kami bisa terus bertahan. Dengan begitu, kami pun bisa terus berperan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.







Maju terus peternak kuda Indonesia ditengah kondisi sekarang ini..