ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Desy Ratnasari, secara resmi menyelesaikan rangkaian kegiatan silaturahmi dan dialog bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lingkungan Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyerap aspirasi secara langsung dari para prajurit, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan personel serta pemenuhan sarana dan prasarana operasional di tingkat Komando Rayon Militer (Koramil).
Dalam pelaksanaannya, kunjungan berlangsung selama sebelas hari kerja. Selama satu pekan pertama, Desy mengunjungi sebanyak 15 Koramil yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, kemudian dilanjutkan selama tiga hari berikutnya ke 13 Koramil di lingkungan Kota Sukabumi, yang berakhir pada Minggu, 17 Mei 2026.
“Alhamdulillah hari ini seluruh rangkaian kunjungan telah selesai dilaksanakan. Saya ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan, memahami tantangan yang dihadapi para prajurit, serta mengetahui bagaimana mereka melaksanakan tugas pokok dan tugas tambahan di luar kewajiban utama menjaga kedaulatan negara,” ungkap Desy.
Ia menegaskan bahwa peran TNI saat ini tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan dan keamanan semata, melainkan juga sangat strategis dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang. Dalam tugas ini, TNI turut aktif mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, pelayanan dasar bagi masyarakat, hingga mendorong keberhasilan pembangunan nasional.
Menurutnya, posisi Babinsa sebagai ujung tombak TNI di tingkat desa menjadi faktor penentu utama agar seluruh program tersebut dapat berjalan dengan baik hingga ke daerah paling terpencil sekalipun.
Dari hasil dialog yang dilakukan, isu kesejahteraan menjadi hal yang paling banyak disampaikan oleh para prajurit, meliputi pemenuhan hak finansial hingga dukungan fasilitas kerja yang memadai.
“Apabila kesejahteraan para prajurit terjamin, maka secara otomatis kinerja dan pengabdiannya akan semakin optimal demi kepentingan negara,” tambahnya.
Desy juga memberikan apresiasi tinggi atas profesionalisme dan loyalitas yang ditunjukkan jajaran TNI. Ia menyampaikan bahwa meskipun perbaikan kesejahteraan belum dirasakan secara signifikan dalam waktu singkat, para prajurit tetap menjalankan tugas dengan kedisiplinan yang tinggi.
“Jangan sampai pengabdian dan profesionalisme ini dianggap hal yang biasa. Hak-hak mereka wajib dipenuhi, karena saya yakin mereka pun akan selalu melaksanakan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Selain aspek kesejahteraan, kondisi sarana dan prasarana markas juga mendapat perhatian serius. Salah satu contoh yang disoroti adalah Markas Koramil Parungkuda yang hingga saat ini belum berdiri di atas lahan milik sendiri.
“Untuk menjaga marwah dan kelancaran pelayanan TNI di tingkat kecamatan, fasilitas pendukung operasional Koramil harus mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perhatian tidak hanya tertuju pada personel saja, melainkan juga bagi keluarga prajurit, khususnya para istri yang tergabung dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana. Dukungan ini perlu diberikan secara berkelanjutan, bukan hanya pada tahap awal masa pengabdian.
“Di balik setiap prajurit yang bertugas, ada keluarga yang turut berkorban. Oleh karena itu, kesejahteraan mereka juga tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh catatan dan aspirasi yang diperoleh selama kunjungan akan dibawa ke Komisi I DPR RI untuk dibahas lebih lanjut. Temuan tersebut juga akan disampaikan kepada Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, serta pimpinan TNI Angkatan Darat. Harapannya, perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan pemenuhan fasilitas operasional di daerah dapat segera ditingkatkan guna mendukung pelaksanaan tugas negara yang semakin kompleks ke depannya.









