ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI, — Telah beredar video di salah satu akun Facebook warga masyarakat Desa Ciwaru yang cukup viral. Dirinya mengeluhkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang berada di pesisir pantai Palangpang Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Minggu (29/03/2026).
Akun yang bernama @Dede Teko Pirgiawan, dimana dirinya mengatakan dalam videonya, menyayangkan padahal belum diresmikan bangunan tersebut sudah rusak, anggaran yang digunakannya pun cukup besar yaitu 14 Milyar lebih,”kurang lebih itu yang dikatakan Dede dalam videonya.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih, onenewsoke.com pun meminta tanggapan “Warna” salah satu warga Ciwaru yang nantinya akan menempati kios disana
“Waalikumsalam, itu masih dalam masa pemeliharaan dan hari ini kayanya sedang diperbaiki pak,”ungkap Warna saat dikonfirmasi onenewsoke.com
Lebih lanjut “Warna menjelaskan saat ditanya kapan sebenarnya KNMP tersebut selesai pengerjaannya
“Selesai pekerjaan 25 Februari 2026, dan yang mengerjakan pemeliharaan saya kurang tau pak,”tukasnya.
Sementara itu ditempat terpisah “Evan Sofyan” selaku pengurus KNMP dan juga Ketua Koprasi Desa Merah Putih (KDMP) Ciwaru mengatakan,
“Nah, karena ini sebetulnya ada 65 titik pembangunan KNMP, jadi ini kan program strategis nasional, jadi tadinya mau dibarengkan gitu Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ada beberapa titik yang tidak beres, seperti di Jawa Barat, Pangandaran sama Garut yang akhirnya kan peresmiannya belum,”ungkapnya.
Masih kata Ia, “Adapun untuk progres peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di Ciwaru itu kan kita juga Koperasi Desa Merah Putih udah mengajukan permohonan supaya bangunan ini cepat dioperasionalkan dan digunakan,”kata Evan menambahkan.
Selain itu, Evan juga menjelaskan kemarin juga ada beberapa struktur bangunan rusak.
“Ini masih dalam tahap uji coba atau pemeliharaan, karena mungkin KKP ini belum sepenuhnya membayar gitu masih tanggung jawab kontraktor. Kita juga kemarin sebagai pengelola selalu melaporkan apabila ada bangunan-bangunan yang rusak ke PPK,”imbuhnya.
Evan juga mengatakan setiap ada persoalan mengenai bangunan itu, dirinya langsung melaporkan ke PPK, kemudian PPK langsung ke kontraktor.
“Ada aksi dari kontraktor itu, buktinya ada, fotonya gitu, terus waktu laporannya ada gitu,”Evan menjelaskan kembali.
“Ya, kita juga kan sebagai penerima manfaat Koperasi Desa Merah Putih ini.
Sepenuhnya untuk mengelola di sana, cuman masih semuanya barang titipan kecuali bantuan luar dari fasilitas bangunan,”tukasnya.
Evan juga membeberkan dimana proses sebelum adanya pembangunan KNMP, karena itu adalah program strategis pemerintah pusat. Adanya intervensi salah satu anggota DPR RI yang secara hubungan emosional dekat dengan dirinya.
Termsuk dirinya menjelaskan, selain bantuan bangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Ada juga bantuan 4 unit perahu, motor roda tiga, satu unit Mobil pendingin, dan cold storage (gudang pendingin).
“Dengan anggaran keseluruhan sekitar 22 Milyar plus pembangunan KNMP 14 Milyar lebih, “masih kata Evan.
“Skemanya kita koperasi supaya ada profit, ada pendapatan lah buat Koperasi ini. Ada juga beberapa skema yang diterapkan kepada masyarakat nelayan, para pengguna itu sendiri,”tandasnya.








