ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Di tengah gempuran kuliner modern yang kian beragam, cita rasa asli masakan Sunda tetap menyimpan tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satu wujud pelestariannya tampak lewat olahan khas buatan Kang Apon, yakni pepes ikan impun dan pepes sidat atau yang akrab disebut warga sebagai pepes lubang. Dua hidangan sederhana ini menyuguhkan kekayaan rempah dan aroma khas dapur leluhur, Sabtu (15/8/2026).
Bagi Kang Apon, meracik pepes bukan sekadar kegiatan memasak semata. Di balik setiap bungkus daun pisang, terselip cerita panjang, tradisi turun-temurun, serta kecintaan mendalam terhadap rasa kampung halaman.
Kekhasan olahannya tak lepas dari racikan bumbu yang sangat teliti. Tak kurang dari 12 jenis rempah dan bumbu pilihan digunakan, mulai dari serai, daun salam, kemiri, bawang merah, bawang putih, hingga daun suraung dan berbagai pelengkap lainnya. Seluruh bahan dicampur rata, dibungkus rapi dengan daun, lalu dikukus hingga rempah meresap sempurna ke dalam serat daging ikan.
“Pepes itu bukan cuma soal ikan dan bumbu. Ada jiwa Sunda di dalamnya. Aroma daun, rempah, dan kenangan masa kecil yang sulit diucapkan, tapi langsung terasa saat suapan pertama masuk mulut,” ungkap Kang Apon dengan tulus.saat dikonfirmasi Awak Media
Pepes ikan impun menyuguhkan rasa gurih yang tebal dengan aroma rempah yang kuat. Sementara pepes sidat atau lubang menawarkan sensasi berbeda, dengan tekstur daging yang khas dan bumbu yang meresap hingga ke bagian terdalam.
Keistimewaan lainnya terletak pada cara pengolahan yang tetap memegang teguh cara tradisional. Tanpa tampilan mewah, tanpa fasilitas restoran berkelas, hanya mengandalkan daun pembungkus alami, ikan segar, bumbu lengkap, dan ketelatenan tangan yang paham menjaga keseimbangan rasa.
“Saya ingin yang makan tak sekadar bilang enak, tapi benar-benar merasakan ini adalah makanan Sunda asli. Ada kesederhanaan, kehangatan, dan rasa yang bikin tak puas sekali makan,” tambahnya.
Saat bungkusan daun dibuka, aroma serai dan salam langsung menguar hangat, seakan menyapa seperti kehangatan masakan rumah tempo dulu. Bumbu yang menempel pada daging berpadu wangi daun, menciptakan kenikmatan sederhana yang sulit dilupakan.
Bagi Kang Apon, pepes impun dan pepes lubang adalah cara nyata merawat identitas kuliner Sunda. “Makanan tradisional tak perlu rumit untuk jadi istimewa. Cukup bahan baik, bumbu lengkap, kesabaran, dan hati yang ikhlas,” tuturnya.
Bagi Anda para penikmat kuliner, olahan lezat ini bisa didapatkan langsung di Kampung Mariuk RT 03 RW 02, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan dengan harga yang sangat terjangkau dan ramah di kantong.






