One

Kepala Resort SM Cikepuh Tegaskan: Tidak Ada Pelepasan Macan Tutul, Akan Pasang Kandang Jebak

Kepala Resort SM Cikepuh Tegaskan: Tidak Ada Pelepasan Macan Tutul

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI — Isu mengenai diterkamnya belasan ekor kambing milik warga Kampung Sumurkompa, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang sempat viral, kini mendapat penjelasan resmi dari pihak pengelola kawasan. Kepala Resort Suaka Margasatwa Cikepuh, H. Iwan, memberikan klarifikasi sekaligus langkah penanganan yang sedang disusun.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, pada Selasa dan Rabu minggu sebelumnya, pihaknya telah rutin melakukan patroli di lapangan. Namun, saat tiba di rumah pada Rabu malam, pihaknya menerima informasi dari Ketua RT setempat bahwa sejumlah kambing warga diterkam macan tutul.

Menanggapi laporan itu, pada Kamis pagi Iwan langsung mendatangi lokasi kejadian didampingi Kepala Dusun, dua Ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat. Di tempat kejadian perkara, pihaknya berdialog panjang dengan keluarga korban dan menyampaikan rasa belasungkawa atas peristiwa yang merugikan tersebut.

“Tujuan kami ke lapangan juga agar informasi tidak simpang siur. Saya tegaskan, tidak ada pelepasan macan tutul dari Balai Besar. Yang pernah dilepas sebelumnya adalah rusa, bukan macan tutul,” tegas Iwan saat dikonfirmasi awak media onenewsoke.com, Minggu (02/08/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Iwan menjelaskan, kunjungan cepat ke lokasi juga bertujuan meredam emosi warga agar tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan. “Kami khawatir jika terjadi penembakan atau perbuatan yang melanggar hukum, apalagi satwa ini dilindungi undang-undang. Alhamdulillah, setelah kami sampaikan penjelasan, masukan dan penyuluhan, masyarakat cukup memahami dan tidak melakukan tindakan anarkis,” ujarnya.

Peristiwa ini pun dilaporkan ke Muspika Kecamatan Ciemas oleh Pemerintah Desa Mandrajaya. Kemudian setelah itu laporan lengkap pun dikirimkan Iwan setelah adanya kesepakatan bersama dalam pertemuan itu ke pimpinannya pada Jumat sore , dan kini sedang menunggu disposisi lanjutan.

“Insyaallah, pada Senin atau paling lambat Selasa ini, kami akan memasang kandang jebak. Kami sudah menyiapkan dua hingga tiga unit kandang jebak untuk penangkapan dan evakuasi satwa tersebut, seizin pimpinan,” tambahnya.

Selain kandang jebak, pihaknya juga akan memasang kamera pengawas di jalur yang diduga sering dilalui satwa tersebut.

Terkait penyebab munculnya macan tutul ke pemukiman warga, Iwan menganalisis adanya beberapa kemungkinan faktor: cuaca kemarau yang cukup ekstrim sehingga sumber air dan makanan di habitat asinnya berkurang, serta kemungkinan dampak dari suara dentuman atau meriam latihan yang diduga membuat satwa berpindah tempat.

“Satwa yang dilindungi bukan hanya tanggung jawab Balai Besar semata, melainkan tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, kami berharap sinergitas dan dukungan seluruh elemen masyarakat tetap terjaga,” pungkas Iwan.

Tinggalkan komentar