ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Beberapa hari terakhir, wajah para ibu di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi khususnya, tampak berbinar cerah. Harga kebutuhan pokok yang selama ini terasa memberatkan pundak, tiba-tiba turun drastis. Ayam potong yang biasanya diburu dengan harga tinggi kini terjangkau, begitu pula dengan telur yang menjadi santapan sehari-hari keluarga. Para ibu berbondong-bondong ke pasar dan kios terdekat, memborong kebutuhan dapur dengan perasaan lega seolah beban berat telah terangkat dari bahu mereka. Sabtu (11/07/2026).
Kondisi menguntungkan ini ternyata beriringan dengan berhentinya sementara kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasa beroperasi di setiap musim sekolah. Selama program ini berjalan, dapur-dapur penyedia makanan gratis itu menyerap kebutuhan bahan baku dalam jumlah sangat besar, sehingga persediaan di pasar umum menjadi terbatas dan harga pun ikut melambung. Kini, saat kegiatan tersebut libur sejenak, tekanan terhadap pasokan bahan pokok berkurang drastis, dan harga pun turun mengikuti keseimbangan pasar yang lebih adil bagi masyarakat biasa.
Namun kebahagiaan itu ternyata hanya sesaat. Kabar bahwa sekolah akan segera masuk kembali pada tanggal 13 Juli dan dapur MBG akan kembali beroperasi menyusul berita yang kurang menyenangkan.
Saat awak media turun langsung ke lapangan dan menelusuri beberapa kios penjual ayam potong di sepanjang jalan utama Kecamatan, fakta yang terungkap sungguh mengejutkan. Harga ayam potong yang beberapa hari lalu hanya berkisar Rp21.000 perkilonya, kini melonjak tajam. Di beberapa tempat harganya sudah mencapai Rp25.000, bahkan ada penjual yang membanderol hingga Rp27.000 perkilonya.
Kekecewaan mendalam terlihat jelas di wajah para ibu yang kembali berdatangan ke pasar. Mereka mengeluh, dugaan kuat bahwa kenaikan harga ini berbanding lurus dengan persiapan beroperasinya kembali dapur MBG. Sekali lagi, kebutuhan pokok yang seharusnya bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat, terasa tergerus karena adanya penyerapan dalam jumlah besar untuk keperluan program tersebut.
“Iya, beberapa hari sebelumnya saya merasa senang karena harga ayam potong termasuk telor harga sangat terjangkau daripada waktu sebelumnya pas dapur MBG berjalan. Dan setelah ada libur panjang turun kembali, namun beberapa hari lagi mau masuk sekolah harga ayam potong pun naik drastis dari harga Rp19000 sampai 21000 perkilo, sekarang sampai diharga Rp26000 – 27000 perkilonya,”dikeluhkan salah satu warga saat dikonfirmasi Awak Media pada Jum’at (10/26).
Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat mendesak bagi pemerintah pusat maupun daerah. Segala antisipasi harus segera disusun dan dilaksanakan, agar program sosial yang mulia ini tidak justru menjadi beban baru bagi masyarakat kecil. Keseimbangan pasokan dan harga harus dijaga dengan baik, sehingga manfaat dari program Makan Bergizi Gratis tidak hanya dirasakan oleh siswa di sekolah, tetapi juga tidak merugikan daya beli masyarakat di lingkungan sekitarnya.








