One

Uji Coba Sirine Tsunami: Langkah Rutin BPBD Sukabumi Jaga Kesiapan Wilayah Pesisir Selatan

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kembali melaksanakan uji coba aktivasi sirine peringatan dini tsunami pada Selasa (26 Mei 2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berpusat pada kendali dan pengawasan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, yang menjangkau sejumlah titik strategis di kawasan pesisir selatan wilayah tersebut. Rabu (27/05/2026).

Uji coba suara peringatan ini dilaksanakan di lokasi-lokasi utama yang berhadapan langsung dengan perairan selatan, meliputi Kelurahan Palabuhanratu, kawasan Dermaga PPN Palabuhanratu, Gedung Pusat GIC, Kantor Balawista, hingga wilayah Pantai Loji yang terletak di Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Penyebaran titik aktivasi ini dilakukan agar jangkauan suara peringatan dapat terdengar jelas dan merata di kawasan yang berpotensi terdampak bencana.

Menurut Manager Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng, kegiatan ini bukanlah tindakan darurat, melainkan agenda rutin yang telah dijadwalkan berlangsung setiap tanggal 26 pada setiap bulannya. Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh perangkat dan sistem peringatan dini yang terpasang masih berfungsi dengan baik, presisi, dan siap digunakan kapan saja dibutuhkan.

“Rutin aktivasi ini dilakukan untuk mengecek apakah alat berfungsi atau tidak. Aktivasi tetap dilakukan di Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi setiap tanggal 26 setiap bulannya,” ungkap Daeng saat ditemui usai kegiatan.

Sebelum pelaksanaan bunyi sirine, pihak BPBD telah melakukan langkah koordinasi dan penyebaran informasi kepada berbagai pihak terkait. Mulai dari dinas teknis terkait, unsur TNI dan Polri, hingga para relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang berdomisili di wilayah Palabuhanratu dan Loji Simpenan.

Langkah sosialisasi ini sangat penting dilakukan agar masyarakat yang mendengar suara nyaring sirine tidak merasa panik atau bingung, melainkan memahami bahwa hal tersebut merupakan simulasi kesiapsiagaan yang terencana.

Daeng menegaskan kembali bahwa wilayah pesisir selatan Sukabumi merupakan daerah yang memiliki potensi ancaman bencana alam yang cukup tinggi, terutama gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami. Oleh sebab itu, keandalan dan kesiapan alat peringatan dini menjadi salah satu pilar utama dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di tingkat daerah.

Ia pun mengimbau seluruh warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar pantai untuk senantiasa menjaga kewaspadaan dan kesiagaan terhadap segala potensi bahaya yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan masyarakat semakin paham terhadap prosedur keselamatan dan mampu merespons dengan cepat serta tepat apabila kondisi darurat benar-benar terjadi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

Tinggalkan komentar