ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI — Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini mulai memicu kelangkaan air bersih di sejumlah titik. Namun di sisi lain, ancaman yang jauh lebih serius justru dikhawatirkan akan datang saat musim penghujan tiba, Rabu (30/09/2026).
Kekhawatiran itu muncul terutama di Kampung Ciemas, RT 003/001, Kedusunan Ciemas Satu, Desa/Kecamatan Ciemas. Pendangkalan sungai Ciemas dinilai sudah mengkhawatirkan, sehingga saat curah hujan meningkat, air kerap meluap dan merendam Pasar Ciemas serta puluhan rumah warga di sekitar bantaran sungai tersebut.
Banyu Indra Bachtiar (40), salah satu warga setempat, menyampaikan kekhawatirannya kepada awak media onenewsoke.com.
“Akibat adanya lumpur dari atas, curah hujan tinggi dan penyempitan di hulu sungainya, saat musim hujan dipastikan air sungai akan meluap lagi,” ungkap Bachtiar.
Bagi warga, kondisi ini menjadi momok yang menakutkan setiap kali musim penghujan tiba. Oleh karena itu, warga meminta agar segera dilakukan pengerukan sungai agar luapan air tidak kembali menimbulkan kerugian.
“Saya mewakili warga masyarakat di sini, memohon adanya pengerukan sungai dengan menggunakan alat berat sehingga hasilnya bisa maksimal dan kita lebih tenang menghadapi musim hujan,” harapnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Ciemas, D Eri Kurniawan atau yang akrab disapa Tobi, menyampaikan bahwa pihak desa sedang berupaya menindaklanjuti hal tersebut. Langkah awal yang akan dilakukan adalah pengajuan proposal, mengingat sebelumnya pihak desa sudah menjalin komunikasi dengan PT GMB terkait penanganan sungai tersebut.
Warga berharap upaya ini segera terealisasi sebelum curah hujan meningkat, agar kerugian yang dialami warga pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali.






