ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI — Pemerintah Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi resmi menggelar kegiatan Fasilitasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) sekaligus Lumbung Sosial, berlangsung mulai Kamis (27/08/2026) hingga 30 Agustus 2026 di Aula Kantor Desa Ciwaru. Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti arahan Kementerian Sosial Republik Indonesia guna memperkuat kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
Undangan tertulis yang ditandatangani Kepala Desa Ciwaru tertanggal 26 Agustus 2026 ini mengundang sejumlah unsur penting mulai dari Camat dan Sekretariat Kecamatan Ciemas, unsur Muspika (Kapolsek, Danramil, Babinsa/Babinkamtibmas), hingga Kepala Desa Mekarsakti serta perangkat desa tetangga guna memastikan pelaksanaan berjalan menyeluruh dan terkoordinasi.
Rangkaian kegiatan dirancang padat dan terstruktur selama empat hari. Hari pertama diisi pembukaan resmi, penyampaian kebijakan nasional dan daerah terkait perlindungan sosial korban bencana, serta penyusunan indikator keberhasilan, peta jalan (road‑map), sistem data, dan prosedur operasional standar (SOP). Hari kedua berfokus diskusi kelompok, penyempurnaan dokumen, serta pelatihan teknis lengkap—mulai simulasi evakuasi, pengelolaan tempat penampungan, logistik, dapur umum hingga pengelolaan Lumbung Sosial.
Memasuki hari ketiga dijadwalkan gladi bersih persiapan pengukuhan, sedangkan hari keempat puncak acara berupa Apel Pengukuhan KSB sekaligus Simulasi Uji Coba SOP yang dihadiri pejabat dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Sukabumi beserta unsur terkait. Rangkaian ditutup dengan kegiatan bakti sosial penanaman pohon serta penyelesaian administrasi kegiatan.
“Dengan terbentuknya KSB dan berfungsinya Lumbung Sosial, diharapkan warga tidak hanya siap saat bencana datang tetapi mampu mandiri mengelola risiko, mempercepat penanganan, serta saling berbagi dan membantu sesama saat keadaan darurat,” tegas rencana kegiatan tersebut.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemdes Ciwaru meletakkan fondasi ketangguhan yang dimulai dari tingkat paling akar masyarakat itu sendiri.






