One

SDN Nyalindung: Antara Prestasi Gemilang dan Ruang Belajar yang Memprihatinkan

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI – Di tengah deretan prestasi yang terus ditorehkan, SDN Nyalindung yang berlokasi di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyimpan sebuah kisah yang kontras dan menyayat hati. Sekolah dasar ini dikenal sebagai tempat tumbuhnya bibit-bibit unggul di bidang olahraga, khususnya bola voli.

Siswa-siswinya kerap kali mengukir nama dan mengharumkan nama desa hingga tingkat Kabupaten Sukabumi, berkat bakat dan kegigihan yang mereka miliki di lapangan. Selasa (02/06/2026).

Namun, di balik sorak sorai kemenangan dan kebanggaan atas bakat muda tersebut, terdapat kenyataan pahit yang harus dihadapi sehari-hari. Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menuntut ilmu, kini memprihatinkan.

Secara khusus, ruang belajar untuk kelas empat mengalami kerusakan yang cukup parah. Dinding yang mulai rapuh, struktur bangunan yang tidak lagi kokoh, dan kondisi fisik ruangan yang sudah tua membuat tempat itu dinilai tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar bagi semua pihak. Mengingat risiko keselamatan yang mengancam, keberadaan bangunan yang rusak tersebut menjadi bom waktu yang setiap saat bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan saat para siswa sedang duduk mendengarkan pelajaran.

Bayangan akan bahaya yang mengintai selalu menyelimuti suasana belajar, padahal anak-anak ini memiliki potensi besar yang patut didukung sepenuhnya, baik dalam olahraga maupun akademik.

Pihak sekolah sebenarnya telah berupaya keras mencari jalan keluar. Kepala Sekolah SDN Nyalindung, Ibu Rugoyah S.Pd.I, bersama seluruh jajarannya, telah bergerak aktif mengurus administrasi dan persyaratan yang dibutuhkan. Sebuah proposal resmi berisi pengajuan permohonan bantuan pembangunan ruang kelas baru telah disusun dan disampaikan kepada pihak berwenang sebagai langkah awal perbaikan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang nyata. Harapan akan datangnya bantuan masih tergantung dalam penantian yang panjang.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan kondisi bangunan yang mengkhawatirkan, semangat para tenaga pendidik dan murid-murid tidak luntur. Mereka tetap berjuang mempertahankan prestasi dan terus mengajar serta belajar dengan sebaik mungkin. Namun, beban di pundak mereka semakin terasa berat.

“Harapan besar tentunya kami impikan bersama di sini, bagi seluruh tenaga pengajar dan warga sekolah. Saya pun sangat berharap, ada perhatian lebih dan uluran tangan dari pihak terkait, agar kami bisa segera memiliki ruang kelas baru yang aman dan layak. Anak-anak ini berhak mendapatkan fasilitas terbaik, sepadan dengan bakat dan prestasi yang terus mereka raih,” ungkap Rugoyah dengan penuh harap.

Doa dan harapan kini tercurah, agar kisah sukses para atlet muda voli dari SDN Nyalindung dapat disertai dengan perbaikan nasib fasilitas sekolah mereka, demi masa depan pendidikan yang lebih baik serta  terjamin keselamatannya dan menuju Sukabumi yang Mubarokah.

Tinggalkan komentar