ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Uus Firdaus, mendampingi Bupati Sukabumi, H. Asep Japar MM, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan Gerakan Panen Padi yang digelar di lahan pertanian Kelompok Tani Nanjung Tani, Desa Tamanjaya, pada Senin, 25 Mei 2026 lalu.
Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi bukti nyata perhatian penuh pemerintah terhadap kemajuan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Senin (01/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Asep Japar mengungkapkan rasa bangganya atas capaian gemilang Kabupaten Sukabumi yang baru saja meraih penghargaan tingkat nasional. Sebagai daerah yang menempati peringkat kedua terbaik di sektor pertanian se-Indonesia menurut penilaian Presiden Republik Indonesia, keberhasilan ini dinilainya tidak lepas dari peran besar kawasan pertanian unggulan seperti yang ada di Kecamatan Ciemas. Wilayah ini kini tumbuh menjadi salah satu lumbung padi utama yang menopang ketahanan pangan daerah.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan seluruh kelompok tani yang telah bekerja keras. Mudah-mudahan prestasi yang telah diraih ini tidak hanya bisa dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan lagi di masa mendatang,” ujar Bupati Asep Japar dengan penuh semangat.
Lebih jauh, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk terus memperkuat sistem pertanian agar kesejahteraan petani semakin terjamin. Salah satu fokus utamanya adalah mengakhiri praktik jual beli hasil panen lewat sistem ijon yang dinilai merugikan petani.
Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih disebutnya sebagai solusi strategis. Koperasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat rantai ekonomi pertanian agar keuntungan lebih banyak kembali ke tangan pengolah tanah.
Potensi besar hasil pertanian di Ciemas juga dipandang sangat strategis untuk mendukung program unggulan nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati berharap agar seluruh kebutuhan beras untuk dapur penyediaan makanan bergizi di wilayah Sukabumi dapat dipenuhi sepenuhnya dari hasil panen masyarakat lokal, tanpa perlu mendatangkan pasokan dari luar daerah.
“Jangan sampai dapur MBG kita membeli beras dari luar daerah. Kita ingin seluruh hasil tani masyarakat di sini bisa diserap dan dimanfaatkan langsung di Sukabumi sendiri, agar putaran ekonomi tetap berjalan di lingkungan kita,” tegasnya.
Selain membahas keberhasilan dan peluang pasar, Bupati Asep Japar juga menyoroti tantangan nyata yang masih dihadapi, yaitu keterbatasan dan kerusakan jaringan irigasi di sejumlah titik wilayah pertanian. Ia mengajak masyarakat untuk turut aktif mengawasi dan melaporkan kondisi saluran irigasi yang rusak, agar perbaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Jangan hanya pembangunan jalan saja yang dijadikan konten atau sorotan di media sosial. Kondisi irigasi pun boleh diangkat dan disampaikan, supaya pemerintah provinsi mengetahui mana titik yang harus segera diperbaiki demi kelancaran pertanian kita,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga, Uus Firdaus, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap capaian swasembada pangan yang berhasil diwujudkan di Kecamatan Ciemas.
Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa wilayah tersebut telah berkembang pesat menjadi lumbung padi andalan Kabupaten Sukabumi, yang keberadaannya sangat krusial dalam menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat. Dukungan infrastruktur dan perhatian terhadap kebutuhan dasar pertanian menjadi kunci agar produktivitas di wilayah ini terus terjaga dan meningkat dari tahun ke tahun.








