One

Sukabumi Bentuk Pokja BSAN: Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Berkah

Nyaman, Sukabumi Bentuk Pokja BSAN: Wujudkan Sekolah Aman

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI – Menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, bebas dari kekerasan, serta menjamin kesejahteraan seluruh warga sekolah menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Langkah nyata segera diambil dengan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) untuk periode 2026–2030.

Pembahasan dan penetapan struktur pokja ini dilakukan dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Sukabumi, Jumat (29 Mei 2026), dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman.

Gerak cepat ini merupakan respons langsung terhadap amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, sebuah peraturan terbaru yang mengubah paradigma pengelolaan lingkungan pendidikan. Jika sebelumnya tanggung jawab menciptakan suasana kondusif sepenuhnya berada di pundak satuan pendidikan, kini tugas strategis itu menjadi tanggung jawab bersama melalui kolaborasi lintas sektor yang dipusatkan di bawah komando Pemerintah Daerah.

Perubahan ini membawa harapan baru, di mana perlindungan dan kenyamanan siswa tidak lagi menjadi beban satu pihak saja, melainkan komitmen seluruh elemen masyarakat. Meski batas waktu pembentukan Pokja ini ditetapkan hingga 9 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memilih bergerak lebih awal dan sigap.

H. Ade Suryaman menegaskan bahwa langkah ini diambil demi memastikan setiap sekolah di wilayahnya mampu memenuhi kebutuhan rohani, memberikan perlindungan fisik yang utuh, serta menjamin kesejahteraan mental dan emosional bagi setiap peserta didik. Bagi pemerintah daerah, pendidikan yang berkualitas hanya bisa tumbuh di lingkungan yang aman, damai, dan penuh kasih sayang.

Untuk menjamin efektivitas kerja, struktur Pokja BSAN disusun secara komprehensif dan strategis. Sekretaris Daerah akan menjabat langsung sebagai Ketua, didampingi oleh Kepala Bapperida sebagai Wakil Ketua, serta Kepala Dinas Pendidikan bertindak sebagai Koordinator. Pelaksanaan teknis dan pengawasan di lapangan juga akan dikawal ketat oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, guna memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Pendidikan, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa komposisi keanggotaan pokja ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Sukabumi. Keanggotaan tidak hanya diisi oleh tenaga pendidik dan unsur dinas pendidikan, tetapi juga melibatkan peran aktif dari Kepolisian, Kementerian Agama, berbagai instansi pemerintah terkait, tokoh masyarakat, perwakilan orang tua siswa, hingga rekan-rekan media massa. Keterlibatan luas ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Sukabumi adalah urusan semua pihak.

Dengan adanya sinergi yang kokoh antarberbagai unsur tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memiliki keyakinan besar untuk mencegah dan menangani segala bentuk masalah di lingkungan pendidikan, mulai dari tindakan perundungan, kekerasan fisik maupun psikis, hingga sikap intoleransi yang merusak persatuan.

Langkah strategis ini sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Kabupaten Sukabumi: menjadi daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah. Segala upaya ini dimulai dari satu hal sederhana namun mendasar—memastikan setiap anak yang duduk di bangku sekolah dapat tersenyum dengan rasa aman, nyaman, dan penuh semangat dalam menuntut ilmu.

Tinggalkan komentar