ONENEWSOKE.CPM
BANDUNG – Semangat persatuan dan kebangkitan bangsa kembali dikumandangkan dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 yang digelar Kodam III/Siliwangi. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Serka Dedy Unadi, Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh Nomor 69 Kota Bandung, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Staf Kodam III/Siliwangi Brigjen TNI Dr. Agus Bakti, S.I.P., M.I.P., M.Han. Upacara ini dihadiri secara lengkap oleh para pejabat tinggi militer, seluruh prajurit, serta Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kodam III/Siliwangi, menandakan rasa hormat dan komitmen terhadap perjuangan bangsa.
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital yang dibacakan, disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momen refleksi mendalam. Lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 menjadi tonggak sejarah yang membangkitkan kesadaran berbangsa, menyatukan tekad, dan memicu perjuangan para intelektual demi meraih serta mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Semangat luhur itu kini harus terus dijaga dan disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa melupakan jati diri bangsa. Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini semakin luas, tidak hanya soal kedaulatan wilayah semata, tetapi juga kedaulatan di ruang informasi serta keberhasilan melaksanakan transformasi digital secara sehat dan berdaya guna.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan ini mengandung makna mendalam: generasi muda adalah aset berharga sekaligus penerus estafet kepemimpinan bangsa. Melalui persatuan dan semangat gotong royong, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat kemandirian nasional agar Indonesia tetap berdiri tegak berdaulat.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menghadirkan langkah nyata untuk membangun fondasi bangsa yang kuat. Berbagai program strategis diluncurkan, mulai dari Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Semua program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Perlindungan bagi generasi muda juga diperluas hingga ke ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau yang dikenal sebagai PP TUNAS. Kebijakan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menciptakan lingkungan maya yang aman, sehat, dan melindungi anak-anak dari dampak buruk perkembangan teknologi.
Di akhir amanatnya, Menteri Komunikasi dan Digital mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan momen bersejarah ini sebagai titik balik. Mari perkuat solidaritas sosial, tingkatkan literasi digital, dan nyalakan kembali semangat Boedi Oetomo dalam setiap langkah kehidupan demi kemajuan, kejayaan, serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Rach)
Sumber: Pendam III/Siliwangi








