ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Setelah menghadiri kegiatan tanam perdana perbanyakan benih sumber padi varietas unggul baru di Kampung Cikanteh Girang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi H. Aep Majmudin melanjutkan tugas lapangannya dengan menggelar pertemuan bersama seluruh kelompok tani di wilayah Kecamatan Ciemas, pada Kamis (14/05/2026).
Pertemuan yang dimulai pukul 13.15 WIB ini dilaksanakan di kawasan Pantai Palangpang, Desa Ciwaru. Dalam kesempatan tersebut, H. Aep didampingi Kepala Bidang Pertanian Deni serta Ketua Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Ciemas Agus Ali Mubarok. Turut hadir pula perwakilan berbagai kelompok tani, di antaranya Kelompok Tani Mukti dan Kelompok Tani Makmur.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan nyata dalam mewujudkan swasembada pangan, yang menjadi salah satu program prioritas dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, pertemuan ini bertujuan memberikan arahan dan pembinaan agar para petani terus berinovasi serta meningkatkan kualitas hasil pascapanen padi.
H. Aep menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya mengingat Kabupaten Sukabumi berhasil meraih predikat terbaik se-Jawa Barat dalam pengelolaan pascapanen padi pada tahun ini. Ia mengajak seluruh pihak untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut.
“Alhamdulillah, kinerja Dinas Pertanian saat ini telah mencapai 52 persen. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan dukungan sepenuh hati para petani di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem bertani yang baik sangat menentukan mutu dan nilai jual hasil panen, mulai dari pemilihan benih unggul, penggunaan pupuk yang sesuai, hingga perawatan tanaman secara teratur. Khusus untuk wilayah Ciemas, Indeks Panen yang telah berada di atas angka 3 merupakan keunggulan yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Sebagai dukungan konkret, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian telah menyerahkan bantuan mesin pemanen gabah tipe Combine kepada salah satu kelompok tani di Desa Mandrajaya.
“Alat ini diharapkan dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik sekurang-kurangnya selama lima tahun. Kami juga menugaskan satu tenaga penyuluh baru agar pendampingan kepada petani berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Dukungan lain diwujudkan melalui kerja sama dengan Dinas PU Bina Marga untuk memperbaiki jaringan irigasi yang menjadi kebutuhan pokok pertanian. Lebih lanjut, H. Aep menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian tidak hanya terfokus pada padi, melainkan juga komoditas hortikultura yang mendapat perintah khusus dari Bupati Sukabumi H. Asep Japar untuk terus dikembangkan.
Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk saling bertukar pendapat serta mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi. Termasuk beberapa usulan pun disampaikan dalam pertemuan dengan para petani dalam upaya meningkatkan kegiatan pertanian di Kecamatan Ciemas.








