One

Pengembangan Pertanian Sukabumi: Tingkatkan Produktivitas Lewat Penyediaan Benih Unggul

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI, — Kabupaten Sukabumi terus berupaya mengembangkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah, meskipun dalam pelaksanaannya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan benih yang berkualitas dan berstandar baik.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pertanian telah mengambil langkah strategis untuk mencari solusi terbaik bagi kemajuan sektor ini.

Sejak menjabat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Aep Majmudin, secara aktif merespons berbagai masukan yang disampaikan oleh kelompok tani. Langkah nyata dilakukan dengan mempertemukan seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan kebijakan dan program yang tepat sasaran. Upaya ini pun membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

Saat ini, rata-rata produktivitas padi di Sukabumi telah mencapai 5,2 ton per hektare, bahkan pada lahan-lahan unggul tertentu mampu melampaui angka 8 hingga 9 ton per hektare.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen kuat Pemerintah Daerah. Dukungan nyata ditunjukkan melalui keikutsertaan Bupati beserta jajarannya dalam pertemuan tingkat nasional bersama Menteri Pertanian, sebagai wujud pelaksanaan Program Asta Cita yang digagas oleh Pemerintah Pusat.

Hal tersebut disampaikan Aep Majmudin saat menghadiri kegiatan tanam perdana perbanyakan benih sumber padi varietas unggul baru di Kampung Cikanteh Girang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, pada Kamis (14/5/2026).

Untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas dan dukungan teknis. Seluruh Balai Penyuluhan Pertanian difungsikan secara optimal dengan kelengkapan sarana prasarana seperti akses listrik, jaringan internet, serta biaya operasional yang ditanggung sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Selain itu, dibangun pula kerja sama yang harmonis antar instansi guna mencegah hambatan yang sering terjadi di daerah lain mengganggu kemajuan pertanian di Sukabumi. Dalam kesempatan yang sama, Aep juga membahas perkembangan penyerapan hasil panen. Pemerintah tengah meningkatkan kerja sama dengan Perum Bulog mengingat dari total produksi sekitar 1 juta ton beras per tahun, baru sekitar 2 persen yang diserap oleh pihak Bulog.

Hal ini menjadi fokus perbaikan ke depan, di mana melalui kesepakatan kemitraan telah dipenuhi kebutuhan awal sebanyak 100 ton beras yang langsung dipasok oleh petani lokal.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap hasil tani, pemerintah juga telah menetapkan kebijakan untuk lebih memprioritaskan penyerapan produksi dari dalam daerah sebelum menerima pasokan dari luar Kabupaten Sukabumi. Salah satu wujud nyata pengembangan ini adalah penyiapan lahan seluas 36 hektar di Desa Ciwaru yang diperuntukkan sebagai tempat perbanyakan benih padi.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Balai Besar Pengembangan Mutu dan Penerapan Teknologi (BRMP) dengan Gabungan Kelompok Tani “Gaya Baru” selaku penangkar benih yang diketuai oleh Sabar Handiman.

Kedepannya, kelompok ini akan memperluas kerja sama dengan Kelompok Tani Tani Mukti dan Kelompok Tani Harapan Makmur untuk menjangkau lebih luas lagi pengelolaan benih unggul.

Varietas benih yang dikembangkan meliputi jenis kelas benih sumber, yaitu Cakrabuana, Agritan, Inpari IR Nutrizinc, Inpari 50, dan Marem.

Menurut Sabar Handiman, dari total luas lahan tersebut, 33 hektar dikelola langsung oleh penangkar lokal, sedangkan 3 hektar sisanya merupakan areal khusus dengan pengawasan ketat dari tenaga ahli Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih guna menjamin mutu benih yang dihasilkan.

Kegiatan tanam perdana ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain Kepala BRMP Kementerian Pertanian, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dan jajarannya para penyuluh pertanian, Ketua kelompok Tani Makmur, Dian,  serta perwakilan kelompok tani lainnya dan masyarakat setempat.

Dimana kehadiran ini menegaskan sinergi yang dibangun untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah.

Tinggalkan komentar