One

Saat Itu Kadisperkim Dampingi Bupati Sukabumi di Pembangunan Huntap di Palabuhanratu

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI – Di tengah kenangan perjuangan panjang mewujudkan hunian layak bagi warga terdampak pergerakan tanah, momen berharga terukir jelas saat Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Kadisperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mendampingi Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam tahap nyata pembangunan hunian tetap pascabencana di wilayah Palabuhanratu. Rabu (13/05/2026)

Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memulihkan kehidupan masyarakat. Puncak dari serangkaian upaya itu terjadi pada Rabu, 1 April 2026, di kawasan Kampung Mubarokah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Di bawah langit cerah, Bupati Asep Japar secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap, sebuah momen yang menjadi simbol akhir penantian dan awal harapan baru bagi ratusan warga.

Suasana haru dan antusiasme terasa kental di lokasi; warga yang hadir berkumpul dengan wajah berbinar, menyaksikan janji yang selama ini mereka tunggu akhirnya terwujud dalam bentuk proyek fisik yang kokoh.

Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa kawasan yang diberi nama Kampung Mubarokah ini adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah kesulitan warga. Nama “Mubarokah” sendiri dipilih bukan tanpa makna, melainkan sebagai doa agar tempat ini menjadi hunian yang penuh keberkahan, ketenangan, serta menjadi awal semangat baru bagi para penyintas bencana.

“Ini adalah komitmen kami untuk memperkuat penanggulangan bencana dan memulihkan sosial ekonomi masyarakat. Bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata yang kami wujudkan bersama,” ujarnya dengan tegas di hadapan warga dan para pejabat yang hadir.

Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari perusahaan daerah, pihak swasta, hingga masyarakat luas, bersatu padu menyelesaikan pembangunan 100 unit hunian ini dengan kualitas terbaik.

Sendi Apriadi, selaku Kadisperkim, menjelaskan rincian pembangunan yang dirancang khusus agar aman dan nyaman. Kawasan ini berdiri di atas lahan milik pemerintah seluas 34.400 meter persegi, dengan setiap unit rumah dibangun menggunakan standar tahan gempa. Arsitekturnya pun kental dengan nuansa budaya Sunda, memadukan material bambu dan kayu yang memberi kesan hangat dan akrab.

Ukuran setiap rumah berkisar antara 36 hingga 60 meter persegi, dengan nilai pembangunan sekitar Rp 35 juta per unit, disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan keluarga penerima manfaat.

Pembangunan dibagi menjadi tiga tahap, dengan target 86 unit rumah selesai dibangun hingga akhir tahun 2026. Proses konstruksi dipercayakan kepada Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan warga sekitar sebagai tenaga sukarelawan.

Keterlibatan ini bukan hanya membantu kelancaran pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki yang kuat dari masyarakat terhadap tempat tinggal baru

Tinggalkan komentar