One

Penyertaan Modal BUMDes di Kecamatan Ciemas Dorong Ekonomi Desa Lewat Sektor Unggulan: Ini Rinciannya

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI, – Sebagai tindak lanjut dari laporan pemantauan perkembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang telah dimuat di portal berita onenewsoke.com pada Oktober 2025, awak media kembali menyajikan data lengkap dan informasi terbaru terkait penyertaan modal serta jenis usaha yang dijalankan oleh setiap lembaga tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus memantau perkembangan ekonomi Desa, dan rencananya akan dilakukan peliputan khusus langsung ke lapangan dalam waktu dekat ini, Rabu (13/05/2026).

Sejak awal pembentukannya, BUMDes di Kecamatan Ciemas dikembangkan dengan menyesuaikan jenis usahanya pada potensi alam dan karakteristik wilayah masing-masing Desa.

Pendekatan ini dipilih agar usaha yang dijalankan dapat tumbuh subur, memberikan manfaat maksimal bagi warga, serta menjadi penggerak utama roda perekonomian di tingkat Desa. Berbagai sektor unggulan pun dikembangkan, mulai dari peternakan, pertanian, hingga perikanan seluruhnya disesuaikan dengan apa yang paling potensial dikembangkan di setiap lokasi.

Sektor peternakan menjadi salah satu andalan terbesar, dengan ragam usaha mulai dari budidaya ayam petelur, ayam potong, hingga perdagangan ternak domba yang dikelola secara terstruktur.

Tidak hanya itu, sektor pertanian dan perikanan juga menjadi fokus utama pengembangan, mengingat wilayah ini memiliki lahan subur dan akses sumber daya air yang memadai. Ketiga sektor ini diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan warga setempat, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas hingga ke luar wilayah kecamatan.

Perlu diketahui, pada tahun 2025 sumber pendanaan utama bagi seluruh BUMDes di wilayah ini bersumber dari Anggaran Dana Desa. Ada kebijakan penting yang diterapkan saat itu, yaitu alokasi dana dikurangi sebesar 20 persen yang kemudian dialihkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dampak dari kebijakan ini membuat besaran penyertaan modal yang diterima setiap BUMDes menjadi beragam, disesuaikan dengan kebutuhan riil dan rencana kerja yang telah disusun oleh pemerintah desa masing-masing.

Seluruh data yang disajikan dalam laporan ini dijamin keakuratan dan keabsahannya, karena bersumber langsung dari data resmi yang diperoleh dari Pendamping Desa pada periode pencatatan tersebut.

Berikut rincian lengkap penyertaan modal yang diberikan pemerintah desa kepada BUMDes beserta sektor usaha yang menjadi fokus pengembangannya:

1. Desa Ciemas: Rp240.100.000, sektor Peternakan
2. Desa Cibenda: Rp211.950.000, sektor Pertanian
3. Desa Ciwaru: Rp306.000.000, sektor Perikanan
4. Desa Mekarjaya: Rp304.719.000, sektor Peternakan
5. Desa Girimukti: Rp212.700.000, sektor Peternakan
6. Desa Tamanjaya: Rp229.365.000, sektor Pertanian
7. Desa Mandrajaya: Rp202.746.400, sektor Perikanan
8. Desa Sidamulya: Rp204.408.600, sektor Pertanian
9. Desa Mekarsakti: Rp221.000.000, sektor Peternakan

Sebagai bentuk pemantauan berkelanjutan, awak media telah melakukan kunjungan dan peliputan langsung ke salah satu BUMDes unggulan, yaitu BUMDes Mukti Walagri milik Desa Girimukti, yang dilakukan dua hari sebelum penulisan berita ini.

Hasil pengamatan awal memberikan gambaran bagaimana pengelolaan usaha berjalan di lapangan, serta tantangan dan pencapaian yang telah diraih.

Selanjutnya, tim onenewsoke.com berencana melakukan peliputan serupa ke seluruh BUMDes yang ada di wilayah Kecamatan Ciemas. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dari setiap desa dapat mengetahui secara lengkap dan jelas progres usaha yang telah berjalan, bagaimana pengelolaan keuangan yang diterima, serta manfaat nyata yang dirasakan warga.

Harapan besar disampaikan berbagai pihak, agar dana yang telah disalurkan dapat dikelola dengan baik, transparan, dan memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi seluruh warga di Kecamatan Ciemas.

Tinggalkan komentar