ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Pertemuan antara pemilik media onenewsoke.com dengan dua tokoh ketua Kelompok Tani (Poktan), Dian dan Nanang Taryana, berlangsung dengan suasana yang intens dan serius pada Senin, 11 Mei 2026.
Kedua tokoh tersebut dikenal luas karena kemajuan dan keberhasilan usaha pertanian yang mereka kelola di wilayah Kecamatan Ciemas. Dimana pertemuan yang berlangsung dimulai pukul 18.37 WIB, di halaman salah satu penginapan di kawasan Geopark Ciletuh Palangpang.
Salah satu pokok bahasan utama dalam pertemuan ini adalah beritanya yang sempat menyebar luas di onenewsoke.com mengenai dugaan peredaran pupuk palsu di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menanggapi isu tersebut, Dian dan Nanang menegaskan bahwa hingga saat ini, wilayah Kecamatan Ciemas belum terindikasi mengalami masalah serupa. Meski demikian, keduanya sepakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memberikan edukasi berkelanjutan kepada para petani binaan agar terhindar dari dampak buruk penggunaan pupuk yang tidak sesuai standar.
Selain membahas isu pupuk palsu, Dian yang berdomisili di Kampung Sidat, Desa Ciwaru, juga membagikan pengalamannya saat bertemu dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Haji Aep Majmudin.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas persoalan mendesak yang sedang dihadapi dunia pertanian setempat, yaitu penurunan kadar rendeman dan hasil produksi panen. Menurut Dian, hal ini perlu diantisipasi secara sungguh-sungguh karena sangat berpengaruh terhadap pendapatan para petani setelah masa panen.
“Sebagai contoh dampak penurunan rendeman, dulunya dari satu karung gabah bisa dihasilkan 55 kilogram beras, namun saat ini jumlah itu bisa turun hingga di bawah 45 kilogram,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Dian menyampaikan beberapa langkah antisipasi yang dapat diterapkan. Di antaranya adalah pemilihan bibit unggul yang berkualitas, penggunaan pupuk dengan takaran seimbang terutama menghindari penggunaan unsur nitrogen berlebih pada masa tanam pertama serta penyesuaian jadwal panen dengan kondisi cuaca.
Ia juga menyarankan agar para petani menggunakan alat panen yang memadai, seperti mesin pemotong dan pengirik padi atau komben, untuk meminimalkan kerugian hasil panen.
Selain membahas solusi teknis, Dian juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya dengan Kepala Dinas Pertanian, ia pernah ditawari kesempatan untuk menjadi penangkar benih padi.
Namun, tawaran tersebut belum dapat diterimanya karena keterbatasan kapasitas dan kesibukan yang sedang ia hadapi saat ini. Disisi lain, rekannya, Ikin Sugiro yang turut hadir dalam pertemuan waktu itu menyatakan kesediaannya untuk mengemban tugas tersebut.
Diketahui bahwa Ikin Sugiro sebenarnya telah lama berkecimpung dalam usaha penangkaran benih padi meskipun dengan skala usaha yang masih terbatas. Ia bergerak di wilayah Cikanteh dan mengelola kelompok tani bernama Tani Mukti bersama para anggotanya.
Langkah ini tentunya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan bibit unggul berkualitas bagi para petani di Kabupaten Sukabumi yang berkelanjutan nantinya.









