ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI โ Peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak tanggal 7 September 2026 kini dipantau membawa dampak hingga ke wilayah Kabupaten Sukabumi. Kolom abu vulkanik yang terbawa arah angin telah terdeteksi menjangkau sejumlah kawasan di kabupaten ini, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi segera mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pengumumannya, BPBD Kabupaten Sukabumi menyampaikan sejumlah dampak yang perlu diwaspadai warga, antara lain gangguan pernapasan dan iritasi mata akibat kualitas udara yang menurun, risiko pencemaran air, serta gangguan aktivitas masyarakat dan kerusakan pada tanaman pertanian.
Mengingat kondisi tersebut, pihaknya meminta warga tetap tenang namun tidak menurunkan kewaspadaan. BPBD juga merinci enam langkah perlindungan diri yang wajib diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat:
1. ๐ซ Gunakan masker N95 atau masker kain yang dibasahi air saat beraktivitas di luar rumah;
2. ๐ Kenakan kacamata pelindung untuk mencegah iritasi mata;
3. ๐ช Tutup rapat pintu, jendela, serta ventilasi rumah agar abu vulkanik tidak masuk ke dalam ruangan;
4. ๐งน Bersihkan debu dan abu di lingkungan sekitar dengan cara disiram air bersih terlebih dahulu agar tidak beterbangan;
5. ๐ง Jaga kondisi kesehatan tubuh, perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup;
6. ๐ Kurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.
BPBD mengingatkan warga untuk hanya mempercayai informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Sukabumi, guna menghindari penyebaran berita yang tidak bertanggung jawab. Bagi warga yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi di lingkungannya, dapat menghubungi hotline layanan darurat yang aktif selama 24 jam: 19 atau nomor (0266) 221xxx. Informasi terkini juga dapat diakses melalui situs resmi bpbd.sukabumikab.go.id maupun akun Instagram @bpbd.sukabumikab.
“Kami berharap warga tetap bersatu dan saling mengingatkan. Bersama-sama kita bisa meminimalkan dampak dari abu vulkanik ini,” ungkap pernyataan resmi BPBD Kabupaten Sukabumi.



