ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Masyarakat dan kelompok petani pengguna air di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyampaikan desakan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Mereka meminta agar perbaikan Bendung Cimarinjung segera dilaksanakan, mengingat bangunan tersebut telah rusak dan belum mendapatkan penanganan selama lebih dari dua tahun pasca terjadinya bencana pada akhir tahun 2024. Minggu (05/07/2026).
Bendung Cimarinjung memiliki peran yang sangat strategis bagi ketahanan pertanian di wilayah tersebut. Sebagai sarana pengairan utama, bendungan ini melayani irigasi sawah seluas sekitar 230 hektar. Berkat ketersediaan air yang cukup selama ini, lahan pertanian tersebut dapat dipanen sebanyak tiga kali dalam satu tahun, sehingga menjadi tumpuan ekonomi dan ketahanan pangan warga setempat.
Merespons keluhan yang terus disampaikan masyarakat, Kepala UPTD PU Wilayah Ciemas, Dadang Koswara, turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan penilaian kondisi Bendung Cimarinjung. Berdasarkan hasil kajian teknis yang dilakukan, diperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan bangunan tersebut berada di bawah angka 100 juta rupiah.
Dadang Koswara menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Pengairan serta Bidang Perencanaan di lingkungan Dinas PU Kabupaten Sukabumi. “Kami selaku Kepala UPTD PU Wilayah Ciemas terus berkoordinasi dengan jajaran terkait di lingkungan DPU Kabupaten Sukabumi. Insyaallah, pekerjaan perbaikan Bendung Cimarinjung akan dimasukkan dalam usulan perubahan anggaran tahun 2026,” ujarnya.
Dengan adanya kepastian tersebut, warga dan petani Desa Ciwaru berharap proses perencanaan dan pelaksanaan dapat berjalan lancar dan sesuai jadwal, sehingga fungsi bendung dapat pulih kembali dan tidak mengganggu jadwal tanam serta hasil panen mendatang.








