One

Dr Afif Menjelaskan Tentang Edukasi, Pencegahan, Diagnosis dan Penanganan Covid-19

MEDAN, www.onenewsoke.com/

Ketika diwawancari oleh awak media Dr.Afif Muhadi bercerita tentang suka duka tim medis dalam penanganan wabah covid sepanjang waktu, Selasa 27 Juli 2021

Begitu banyak video hoax yang mengiring seolah-olah petugas kesehatan atau petugas yang bekerja di fasilitias Kesehatan meng-covidkan pasien.

Selain dianggap mencari keuntungan di masa pandemic, ada juga pasien yang tidak mau di periksa swab antigen atau swab pcr, serta tidak mau di vaksin. Hal ini disebabkan karena mendengar akan di masuk chip kedalam tubuh, padahal itu tidak benar.

Dampak yang ditimbulkan membuat pasien dan keluarga yang tidak mau isoman karena menganggap hanya terkena flu biasa.

Dr. Afif Muhadi juga menyampaikan bahwa pasien dengan tidak ada keluhan dan kemudian keluhan ringan bisa dapat melaksanakan isolasi mandiri (isoman), dan tidak perlu dirawat.

Jika memenuhi kriteria; usia <45 tahun dan tidak memiliki penyakit penyerta, seperti darah tinggi, DM, gangguan ginjal dsb.

Saat isoman tetap harus berkomunikasi dengan pemegang wilayah, dalam hal ini puskesmas wilayah tempat isoman, nanti oleh petugas puskesmas akan dipantau dan diberikan edukasi tutur beliau.

Hal ini penting karena ada sebagian kecil pasien memberat keadaannya. Saat isoman, untuk gejala sedang, berat dan kritis ideal harus dirawat di rumah sakit.

Saat di tanya mengenai kapan sesorang masih di bilang gejala ringan.
Dr. Afif juga menjelaskan yang menentukan tenaga kesehatan (dokter), tapi paling mudah dengan menghitung jumlah nafas tidak cepat;

Kriteria napas cepat: usia <2 bulan, ≥60x/menit; usia 2–11 bulan, ≥50x/menit ; usia 1–5 tahun, ≥40x/menit ; usia >5 tahun, ≥30x/menit. dan melihat saturasi oksigen (alat yg ditempel di ujung jari) dengan rata-rata 98-99%.

Mengenai apa yang perlu dipersiapkan saat isoma, dokter yg sehari-hari berkerja di puskesmas itu menjelaskan bahwa sebenarnya sudah banyak panduan yang dikeluarkan, bisa dari panduan isoman pemda, kemenkes, organisasi dokter dan atau bertanya ke petugas Kesehatan.

Untuk obat-obatan selain vitamin dan obat demam, obat-obat seperti antivirus, obat steroid dan obat antipembekuan darah harus di konsultasikan ke dokter spesialis terlebih dahulu.

Saran Dr. Afif sangat baik juga untuk mengkonsumsi susu uht (tidak perlu merek bear b*nd).

Dengan melakukan olah raga ringan, berjemur 10-15 menit dibawah jam 10.00 wib, melakukan Teknik proning jika sesak, juga tidak kalah pentingnya menjaga perasaan
agar tetap senang dan yakin bisa sembuh.

Dokter Lulusan Universitas Sumatera Utara ini juga menyampaikan, tentang tidak benar hasil test swab akan negatif jika hanya dilakukan berkumur dengan Betadine dan minum air garam, menurutnya tidak ada penelitan sampai sekarang yang membenarkan pernyataan tersebut, tapi untuk terapi tambahan tidak masalah, untuk minum air garam hanya menyebabkan masalah di kemudian hari seperti gangguan ginjal dan menyebabkan darah tinggi, kebutuhan garam perhari 1 sendok teh, sudah tercukupi dari makanan.

Pemerintah menyediakan pemeriksaan swab antigen dan swab PCR secara gratis bagi masyarakat yang memiliki keluhan mengarah ke covid19, dengan mendaftar ke puskesmas, tapi untuk kebutuhan pribadi, biasanya tidak ditanggung.

Tentang video beredar mengenai alat tes Corona, dengan meneteskan air kran Dr. Afif juga menyebutkan kalau alatnya menjadi rusak menyebabkan hasil yang keluar tidak benar, karna pertama, seharusnya sampel yang diambil itu cairan rongga hidung dan kedua rapid anti gen sangat sensitif terhadap keasaman (pH) terhadap sampel yang digunakan. Oleh sebab itu sampel swab hidung harus dimasukkan kedalam larutan (buffer) supaya keasamannya stabil.

Saat ditanya masalah perlukan vaksin covid19, dr. afif menjelaskan wajib itu, sangat penting untuk membentuk daya tubuh, jikapun terkena keluhan tidak berat, saat di tanya setelah vaksin kenapa masih bisa terkena, dokter menjelaskan vaksin fungsinya membentuk kekebalan tubuh (antibody), bermanfaat mengurangi perberatan penyakit, lama waktu rawatan dan mengurangi penyebaran virus keluar tubuh.

Agar tidak terkena kuncinya PROKES, mau 3M, 5M atau 6M, yang penting kalau keluar pakai masker yang benar, tidak sering di buka tambahnya.

Saat ditanya sebagai kata penutup Dr. Afif menuturkan semoga pandemi cepat berlalu, tetap berdoa kepada Allah SWT, Tuhan YME semoga kita dapat melewati masa sulit ini, lebih banyak bersabar.

Ikuti anjuran pemerintah dan kalau menerima berita/video diverifikasi dulu, jangan langsung di share,. banyak situs untuk verifikasinya seperti Hoax Buster Covid19.go.id atau mengetik di kolom search browser, contoh “hoax air garam..” atau “[SALAH] Video Potensi Bahaya Vaksin COVID-19”.

Reporter : (Chan*Mdn)

Tinggalkan komentar