ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI – Sebuah kisah yang menyayat hati datang dari Kampung Tamanjaya RT 01/RW 01, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas. Yudi (25), seorang pemuda setempat, kini harus berjuang sendirian menghadapi derita penyakit tumor ganas yang menyerang area wajah, mulai dari sekitar mulut hingga menjalar ke pipi dan leher. Ironisnya, ia menempuh perjalanan berat ini tanpa sandaran keluarga, karena hidup sebatang kara. Kamis (30/07/2026).
Nasib Yudi sungguh memprihatinkan. Kedua orang tuanya telah berpisah sejak lama. Ibunya kini bekerja di luar negeri dan tidak dapat dihubungi, sementara sang ayah menolak bertanggung jawab atas berbagai alasan. Dulu ia sempat tinggal bersama neneknya, namun wanita yang menjadi pelindungnya itu telah berpulang selamanya. Kini, Yudi hanya menumpang tinggal di rumah kerabat mendiang neneknya yang sudah lanjut usia dan hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Penyakit yang dideritanya mulai dirasakan sejak Januari 2026. Awalnya hanya berupa bengkak kecil di pipi, namun perlahan-lahan benjolan itu membesar dan kondisinya semakin memburuk, hingga membuat penderitanya sering mengalami sesak napas. Tokoh Pemuda Desa Tamanjaya, Ronald Legy Purnama, menceritakan bahwa kondisi Yudi baru diketahui secara luas oleh warga pada awal Juli 2026, setelah ia terbaring sakit selama hampir setengah tahun tanpa mendapatkan penanganan medis yang layak.
Mendapat laporan dari anak Kepala Desa, Pemerintah Desa Tamanjaya segera merespons dengan sigap. Yudi segera dibawa untuk berobat ke RSUD Jampangkulon dan pihak desa juga memfasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan baginya. Hasil diagnosa medis pun memastikan bahwa Yudi menderita tumor ganas. Untuk penanganan yang lebih intensif, hari ini pasien dijadwalkan akan dirujuk ke RS Welas Asih Bandung.
“Yudi benar-benar hidup sebatang kara. Kami bergerak cepat semata-mata demi kemanusiaan. Saya mengajak seluruh masyarakat, para donatur, dan pengusaha yang hatinya terketuk untuk turut membantu meringankan beban biaya pengobatannya,” ujar Ronald dengan penuh harap. Ia menambahkan, setiap bantuan baik berupa doa maupun materi akan menjadi napas harapan bagi kesembuhan Yudi dan dicatat sebagai amal jariyah yang berlipat ganda nilainya.
Saat ini, Pemerintah Desa Tamanjaya terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran proses pengobatan Yudi. Besar harapan berbagai pihak agar pemuda ini segera mendapatkan pertolongan, pulih kembali, dan bisa beraktivitas normal seperti sedia kala.
Bagi para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan, dapat disalurkan melalui:
- Bank BRI: 777801001714533 a.n. Ronald Legy Purnama
- Dana: +62 858-6096-2775 a.n. Muhidin (Sekdes)








