ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI, – Bencana dahysat yang melanda di wilayah Sumatra Barat dan Aceh yang terjadi pada tanggal 12 Desember 2025, menyisakan cerita yang cukup memilukan dengan korban yang meninggal dan hilang dengan jumlah yang bukan sedikit. Sabtu (27/12/2025).
Dari informasi yang dihimpun Awak Media onenewsoke.com, sampai saat ini jumlah korban yang meninggal sekitar 1.112 Orang dan 176 Hilang akibat Bencana Sumatra (24 sampai 25 Desember).
Hal ini langsung memicu rasa empati yang mendalam dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Dimana Bupati Sukabumi H Asep Japar yang langsung mengutus jajaran tenaga kesehatannya untuk berangkat ke Aceh dan sekitarnya.
Hal itu dibenarkan “Ns. Sri Yuliawati, S.Kep (Kasubag tata usaha) Puskesmas Ciemas Kabupaten Sukabumi dengan tim lainnya berangkat ke Aceh.
“Waktu itu mewakili DPD persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukabumi atas perintah Bapak Bupati Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, “ungkap Yuliawati memaparkan pada onenewsoke.com.
Masih kata Yuli, ” Yang berangkat ke sana, saya perwakilan dari Puskesmas Ciemas atas izin dan doa dari Kepala Puskesmas Ciemas “Bunda Eneng Linda Ardiani” berangkat dari tanggal 13 Desember 2025 sampai dengan tanggal 26 Desember 2025. Dan kami di Aceh sekitar 13 hari, hampir dua mingguan disana,”kata Yuli menambahkan.
Selain itu, Yuli juga menjelaskan saat dirinya bersama tim melaksanakan bantuan kesehatan di Aceh, berada di di daerah terisolir, yaitu Rusip Antara, tepatnya di Dusun Sigli.
Lanjut Yuli, “Nah, kita itu efektif pelayanan itu hanya 8 hari, karena sisa hari itu kita diperjalanan, karena memang sulitnya akses yang ditempuh. Karena dari Banda Aceh ke Rusip itu sekitar 300 km, itu tidak semua bisa dilalui oleh roda 4”
“Roda 4 pun kita harus menggunakan Land Rover, kemudian jalan kaki sekitar 6 km, sisanya itu menggunakan kendaraan bermotor, “imbuhnya.
Kemudian Yuli menyampaikan kesannya selama disana. Disana cukup mengkhawatirkan. Karena nakes yang di sana itu, di puskesmas Rusip itu mereka terdampak dan puskesmasnya pun belum beroperasi. Terus nakes yang ke sana pun karena memang sulit jangkauan, itu tidak ada sampai hari terakhir itu, baru datang satu dokter dari Banten, namanya dokter Eli.
“Karena di hari kemarin tanggal 26 Desember tepat saya pulang ke Jakarta, itu alhamdulillah akses sudah bisa dilalui oleh Roda 4 dan nakes pun sudah mulai berdatangan,”tukasnya.
“Dari 11 Desa itu, alhamdulillah kita sudah memberikan pelayanan kesehatan sebanyak 8 Desa, jadi, sisa terakhir itu 3 Desa yang belum terlayani. Mungkin ya hari ini, insya Allah dengan nakes yang sudah berdatangan sudah terlayani semuanya. Dan semoga semuanya kondisi disana cepat membaik,”tandasnya









