One

Jembatan Penghubung di Kecamatan Waluran dan  Surade, Dibangun SASAKA

www.onenewsoke.com/

SUKABUMI, – Jembatan penghubung yang melintasi Kampung Citamiang Kedusunan Cibungur Desa Mekarmukti Kecamatan Waluran dengan  Kampung Cijeungjing Desa Sirnasari Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, dibangun SASAKA. Selasa (10/06/2025).

oplus_0

Tampak hadir meninjau langsung ke lokasi kegiatan pembangunan tersebut Muspika Kecamatan Waluran, Sekretaris Camat Tuba, Kepala Desa Mekarmukti Soleh, Kadus Dedi Darusalam, BPD Desa, LPM Desa, Tokoh Agama dan masyarakat serta dari pihak SASAKA.

Dari informasi yang dihimpun awak media www.onenewsoke.com/, proses pekerjaan tersebut memang sangatlah panjang dan melewati berbagai hambatan awalnya. Namun atas kordinasi dan konsolidasi yang baik dengan semua pihak, terutama  dengan pihak pelaksana pekerjaan sekaligus yang membiayai membangun jembatan penghubung tersebut yaitu SASAKA dan jajarannya, bisa dilaksanakan dengan wilayah tersebut.

Diungkapkan Abdul Rahman, salah satu perwakilan dari SASAKA, dirinya mengatakan,

“Oke baik, terima kasih. Sebenarnya SASAKA itu adalah bukan yayasan sebenarnya, secara badan hukum adalah
Kalau misalnya di perusahaan itu anak perusahaan dari Yayasan Sinergi Foundation, Yayasannya adalah Sinergi Foundation,”ungkapnya

"Kita sebagai anak dari Yayasan Sinergi Foundation yang khusus membangun infrastruktur yaitu pembangunan jembatan. Nah perjalanan kita menuju ke sini adalah pertama mungkin pada saat berita banjir yang viral di mana-mana di wilayah Sukabumi, Lanjut Abdul menjelaskan pada www.onenewsoke.com/

Masih kata Ia, “Tim kita ada yang datang untuk meninjau lokasi bencana banjir. Kemudian ada beberapa lokasi titik jembatan yang putus karena kita konsennya di jembatan, di pembangunan jembatan. Maka tim kita terjun ke wilayah-wilayah khusus jembatannya rusak atau terbawa arus,”kata Abdul.

Abdul juga memaparkan kronologi awal hingga pembangunan jembatan itu bisa dilaksanakan di wilayah Kecamatan Waluran,

“Alhamdulillah tujuan pertama mungkin beberapa wilayah ya, tapi kebetulan karena mungkin dorongan dari doa masyarakat dan dukungan dari pemerintah setempat, jembatan yang pertama kali dibangun di wilayah banjir ini adalah di wilayah Citamiang dan Cijeungjing di Kecamatan Waluran dan Kecamatan Surade,”imbuhnya.

Selain itu, Abdul juga menjelaskan sumber anggaran yang didapat untuk pembangunan jembatan itu

“Dananya kita dari dana penghimpunan zakat karyawan dan perusahaan dari Brilian yang dihimpun oleh Yayasan Baitul Mal BRI atau Brilian,”timpalnya.

Disinggung kapan jembatan penghubung tersebut bisa digunakan oleh warga, pihak SASAKA juga menjelaskan, rata-rata 35 hari untuk pembangunan dari awal sampai warga bisa menggunakannya.

Pesan juga disampaikan pihak SASAKA bagi warga masyarakat,

“Mungkin yang pertama adalah perawatannya itu harus diperhatikan.
Kedua, bagaimana, karena kita kan bahasanya ada terus kontrol ya dari kita.
Jadi kalau misalnya ada hal yang rusak atau apa, bisa laporan berkoordinasi dengan kita untuk perbaikan. Itu untuk kerusakan yang mudah itu mungkin bisa diikuti oleh masyarakat. Kalau untuk kerusakan berat itu bisa koordinasi dengan tim. Nanti tim akan datang ke sini untuk mengecek dan memperbaikinya,”tutupnya.

Sementara itu, ucapan terima kasih disampaikan Sekertaris Camat Waluran mewakili Muspika, Kapala Desa Mekarmukti yang didampingi langsung Kepala Dusun Cibungur Dedi Darusalam yang merupakan salah satu narahubung langsung dengan pihak SASAKA.

Mereka mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dari pihak SASAKA dan jajarannya, sehingga pembangunan jembatan penghubung tersebut bisa dilaksanakan di wilayahnya.

“Semoga atas kebaikan pihak SASAKA dan semua pihak  yang membantu terselenggaranya kegiatan pembangunan jembatan ini, menjadi ladang kebaikan semua dan dibalas oleh Allah SWT, “ucap Sekmat Tuba mewakili Muspika Kecamatan Waluran.

Tinggalkan komentar