www.onenewsoke.com/
SUKABUMI, – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, mengungkapkan rencana pemasangan jembatan sementara jenis bailey di atas jembatan Bojongkopo yang amblas terdampak bencana banjir bandang pada Kamis malam 6 Maret 2025.
Selain itu, Dede menyampaikan bahwa saat ini dua unit alat berat telah berada di lokasi untuk mendukung proses pembangunan. Meski begitu, ia mengakui ketersediaan alat berat masih terbatas sehingga pihaknya juga berkoordinasi dengan sektor swasta untuk mempercepat pengerjaan.
“Sekarang alat berat yang sudah siap dua unit, sudah di lapangan semua. Memang kita kekurangan alat berat dengan kondisi baik. Kita juga koordinasi dengan pihak swasta,” kata dia.
Dede menuturkan, Dinas PU hingga saat ini masih melakukan assessment terhadap infrastruktur lainnya di Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana. Mulai dari jembatan di Palabuhanratu, Jembatan Desa di Jalan Tarisi, serta jalan yang terendam di Sagaranten serta Cidolog.
Ia memastikan akan terus memperbarui data terkait titik-titik infrastruktur yang terdampak serta langkah penanganannya secara berkala.

Dede juga menjelaskan, Informasi yang diperoleh dari mendampingi kunjungan Ibu Wamenpu dan Segenap jajaran ke lapangan pada hari Sabtu, 8 Maret 2025 bahwa penanganan ambruknya Jembatan Cidadap Bojongkopo Kecamatan Simpenan pada Ruas Jalan Nasional Bagbagan Tegalbuleud , dilakukan pengupasan badan jalan yang berbatasan jembatan yang roboh, agar lalulintas orang dan kendaraan roda 2 bisa melewati, dan hari minggu kemarin sore alhamdulillah sudah berfungsi.
Selanjutnya akan dilakukan penanganan permanen (jembatan baru) yang dijadwalkan setelah lebaran, dengan jembatan yang lebih lebar dan bentang 60 meter. Waktu pelaksanaan selama 4 bulan dengan biaya seluruhnya dari Kementerian PU, ” kata Dede menambahkan.
“Jadi sekarang kita masih melakukan pendataan mana yang Kabupaten, Desa, Provinsi dan Nasional,”tandasnya.








