One

Banjir Langganan Merendam Akses Jalan Utama Desa Mandrajaya Kecamatan Ciemas, Ini Pinta Kadesnya !

www.onenewsoke.com/

CIEMAS – SUKABUMI, – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Senin tanggal 26 Desember 2022, hingga saat ini Kamis tanggal 29 Desember 2022 masih berlangsung.

Dari pantauan Awak Media www.onenewsoke.com/, saat datangi langsung TKP dan monitor dilapangan. Dampak akibat cuaca yang cukup ekstrim tersebut, yang mengakibatkan beberapa akses jalan di wilayah Kecamatan Ciemas sudah banyak yang terendam air hujan, akibat meluapnya sungai Cikalong dan Sungai Ciletuh. Sehingga sedikit banyak mengganggu aktivitas warga masyarakat, para pengusaha dan juga para pejabat daerah, yang biasa melintasi jalan tersebut.

Salah satunya, akses jalan utama di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi Jawa barat, yang menghubungkan ke Desa lainnya terendam banjir hingga ketinggian diatas 1 M lebih. Yang akibatnya warga menjadi terganggu aktifitasnya.

Berjibaku warga setempat dengan menggunakan perahu karet bantuan BPBD Kabupaten Sukabumi, mereka membatu warga masyarakat lainnya yang hendak berpergian yang melintasi jalan utama tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, Ironisnya peristiwa tersebut sudah menjadi langganan tiap musim penghujan di wilayah Desa Mandrajaya Kecamatan Ciemas. Kerugian materi pun yang dialami warga petani khususnya cukup pantastis, mencapai puluhan juta rupiah. Karena ratusan hektar sawah mereka terendam akibat banjir tersebut.

Tentu, ini harus ada solusi jitu yang dilakukan pemerintah daerah maupun pusat, dalam menangani persoalan yang di hadapi warga masyarakat Kecamatan Ciemas, khususnya di wilayah Desa Mandrajaya tersebut, yang setiap musim penghujan menjadi momok yang menakutkan bagi mereka.

Agustina Abdul Hasanudin Kepala Desa Mandrajaya, saat dikonfirmasi Awak Media www.onenewsoke.com/ mengatakan. Persoalan ini sudah menjadi langganan tiap musim penghujan, jadi perlu adanya perhatian khusus semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah.

“Ya tentunya ini PR kita semua, sehingga tiap musim penghujan tidak seperti ini terus. Ruas jalan Bale RK Nyalindung ini terputus, termasuk penyebrangan di pantai Palangpang dari Ciwaru Mandrajaya juga terganggu. Temasuk pula Bale RK Gunung Batu Ciawet juga terputus,”ungkap.

Masih kata Agus, ” Tentunya kita selaku pemangku kebijakan tidak bisa tinggal diam. Karena persoalan ini selalu menjadi langganan setiap datangnya musim penghujan. Kerugian warga petani pun khususnya cukup lumayan besar, mereka bisa gagal panen, termasuk aktivitas warga lainnya pun terhambat. Untuk itu kami warga masyarakat Desa Mandrajaya minta tolong kepada pemerintah pusat maupun daerah perhatikan kami, setiap musim penghujan mengalami kejadian seperti ini,”pintanya.

Tidak hanya itu saja, Agus juga meminta, perlu adanya solusi yang di lakukan, baik pengerukan sungai Ciletuh akibat terjadinya pendangkalan, termasuk juga adanya peninggian jalan di titik-titik rawan banjir. Dan juga pakai plat beton dengan tinggi 3 M, yang sebelumnya telah di usulkannya.

Tinggalkan komentar