One

Kades Gunung Karamat Redam Ratusan Warganya Yang Akan Datangi Kantor PSDA dan DPRD, Oh Ini Masalahnya!

www.onenewsoke.com/

SUKABUMI, – Ratusan warga Dusun Sukatani Desa Gunung Karamat Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, mendatangi kantor Desa. Setelah niatnya di urungkan oleh Kepala Desa terkait Audensi ke gedung DPRD Kabupaten Sukabumi.

Dengan sekuat tenaga dan penuh rasa tanggung jawab, akhirnya Kades Gunung Karamat Subaeta bisa membujuk warganya untuk tidak bertindak semena-mena tanpa adanya kordinasi dengan pihak pemerintahan setempat. Dan mereka pun bisa di ajak duduk bareung bersama dan di fasilitasi ke publik agar bisa melampiaskan segala kekecewaannya, terkait permasalahan dengan proyek Bendungan irigasi Caringin Cibareno yang dikelola oleh PT. UNGGUL SOKAJA yang menelan biaya sekitar 21 M. Dan dari hasil Adendum terakhir menjadi 27 M, yang kini sudah mangkrak dan meninggalkan bekas pahit bagi Dusun Sukatani .

Dalam acara mediasi publik sekaligus Konferensi Pers, yang juga dihadiri ratusan warga Dusun Sukatani, hadir pula Kapolsek Cisolok, Danramil Cisolok, Sekmat Cisolok, Tokoh masyarakat dan Karang taruna, semua duduk bareung di Aula Desa Gunung Karamat pada, Senin (14/11/2022).

Subaeta menegaskan, dirinya juga merasakan apa yang menjadi kekecewaan warga Dusun Sukatani yang selama ini tidak ada penyelesaian dari pihak kontraktor PT. UNGGUL SOKAJA yang akhirnya warga Dusun Sukatani berontak.

“Saya cukup mengerti apa yang dirasakan bapak dan ibu semua sekarang ini, akibat ulah dari kontraktor PT. UNGGUL SOKAJA ini, kita semua jadi korban khususnya Dusun Sukatani. Pekerja harian tidak dibayar, bon ke warung tidak dibayar dan jalan rusak lagi. Disini saya juga tidak tinggal diam, dari dulu saya juga telah mengejar perusahaan kontraktornya juga terhadap Dinas terkait (DPSDA) Propinsi Jawa barat, terkait permasalahan yang ada di lapangan khususnya warga Dusun Sukatani,, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban,”bener Kades Gunung Karamat ini.

“Dan kali ini saya akan layangkan kembali surat kepada Dinas PSDA terkait permasalahan ini, dan kalaupun masih tidak ada jawaban terpaksa kita semua akan mendatangi kantor PSDA tersebut dan Langsung ke kantor DPRD,”imbuhnya.

Sidik Fathoni, salah satu warga Kedusunan Sukatani pun ikut bicara.

“Sekali lagi, kami sebagai perwakilan dari warga Dusun Sukatani, menuntut rasa tanggung jawab kepada perusahaan yang selama ini tidak ada tanggung jawabnya, terutama tanggung jawab kepada Suplier yang saat ini belum di bayar, terus tanggung jawab terhadap pasilitas jalan yang telah rusak, dan perusahaan tidak tanggung jawab terhadap pekerja yang mengalami kecelakaan di lapangan. Terakhir tuntutan tanggung jawab masalah hutang-hutang, masalah hutang ke warung, kos-kosan, pekerja harian dan banyak yang lainnya. Kalau dijumlahkan semuanya ada sekitar 1,3 Milyar,” tegas Sidik saat diwawancarai sejumlah Awak Media.

Diakhir kegiatan tersebut, Subaeta juga berpesan dan berharap dengan adanya musyawarah hari ini semoga permasalahan Dusun Sukatani bisa terselesaikan.

“Semoga dengan kita kumpul dan musyawarah hari ini, segala masalah yang menimpa Dusun Sukatani itu bisa terselesaikan. Tinggal nanti ada perwakilan saja buat audensi terhadap masalah yang terkait yaitu masalah jalan rusak dan masalah hutang-hutang ke warga Dusun Sukatani. Semoga apa yang sampaikan hari ini ke hadapan para awak media menjadi konsumsi publik terhadap pihak-pihak yang terkait seperti PT. UNGGUL SOKAJA dan Pihak PSDA, yang nantinya menjadi PR bagi pemerintah daerah khususnya pemerintah Kabupaten Sukabumi,”tutupnya.

Tinggalkan komentar