One

Pernyataan Tegas Disampaikan Uus Firdaus: Perihal Kwalitas Pengerjaan Jalan “Harga Mati”

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI, — Mengingatkan kembal, perihal pernyataan tegas Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Uus Firdaus, dimana menanggapi derasnya keluhan masyarakat Kabupaten Sukabumi di media sosial terkait kondisi infrastruktur jalan. Jumat (10/04/2026)

Uus Firdaus, memberikan penjelasan mendalam terkait strategi pemerintah daerah dalam menangani persoalan tersebut di tengah keterbatasan fiskal.

​Uus menegaskan bahwa meski anggaran daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi, Bupati Sukabumi tetap menempatkan perbaikan jalan sebagai program prioritas utama.

​“Meski anggaran kecil akibat terpotong efisiensi, alhamdulillah Pak Bupati sangat memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan,” ujar Uus saat ditemui awak media beberapa minggu sebelumnya.

​Menjawab kritik netizen soal perbaikan jalan yang sering dianggap “asal-asalan”, Uus menjelaskan dua strategi utama yang kini dijalankan oleh Dinas PU:

​Skala Prioritas Bertahap: Perbaikan difokuskan pada ruas-ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat yang berdampak langsung pada nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

​Peningkatan Kualitas Material: Dinas PU berkomitmen meningkatkan standar kualitas pengerjaan agar infrastruktur lebih tahan lama dan tidak cepat rusak kembali.

​Manfaat Jangka Panjang: Dengan anggaran yang terbatas, targetnya adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan jalan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu lama.

​Dalam kesempatan tersebut, Uus juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pembagian kewenangan jalan agar aspirasi di media sosial lebih tepat sasaran:

Jalan Kabupaten: Menjadi tanggung jawab penuh Pemkab Sukabumi. ​Jalan Provinsi: Pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar perbaikan tuntas pada periode 2026-2027.

​Jalan Nasional: Saat ini sudah mulai dilakukan langkah perbaikan melalui metode penambalan pada titik-titik kerusakan oleh pemerintah pusat.

​Meski penjelasan teknis telah disampaikan, ekspektasi warga tetap tinggi. Hendi (42), pengemudi angkutan trayek Cisaat, berharap pernyataan Kadis PU benar-benar terealisasi di lapangan. “Kalau kualitas ditingkatkan, ya bagus. Jangan sampai kena hujan seminggu sudah lepas lagi tambalannya,” ujarnya.

​Senada dengan Hendi, Mulyani (35), pedagang asal Palabuhanratu, menekankan pentingnya akses jalan bagi kelancaran ekonomi. “Jalan bagus itu kunci. Kalau jalan mulus, dagangan lancar, pembeli juga nyaman,”tandasnya.

​Pemkab Sukabumi melalui Dinas PU berkomitmen untuk menjadikan aspirasi di media sosial sebagai dasar dalam menyelaraskan program pembangunan ke depan.

Tinggalkan komentar