One

Kabid DKP Angkat Bicara: Soal Berita Dugaan Oknum Pedangan Asongan Ikan Yang Curang di Palabuanratu

ONENEWSOKE.COM

SUKABUMI, — Menanggapi soal berita yang cukup viral “timbangan yang diduga dicurangi saat pembeli ikan di depan TPI Palabuanratu”, para pedagang dan pengasong ikan yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Ikan dan Bakul Palabuhanratu (ASPIBARA), berjanji untuk melakukan pembenahan dan evaluasi total, Rabu (08/04/2026).

Komitmen tersebut disampaikan ketua ASPIBARA “Deni Supriyadi” mewakili Jajarannya, usai mengikuti kegiatan rapat koordinasi sebagai langkah pembenahan guna menjaga citra pariwisata daerah yang digelar di Aula Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) pada hari Selasa (7/4)

Deni Supriadi menyadari adanya dinamika dalam upaya penyediaan stok ikan. Ia menjelaskan bahwa tidak semua ikan yang dijual pedagang merupakan hasil tangkapan nelayan lokal Palabuhanratu. Dalam kondisi stok menipis, pedagang terpaksa mendatangkan pasokan dari luar daerah, seperti Muara Angke, Jakarta.

“Memang kadang kalau stok di sini kosong, kita pesan dari luar, seperti dari Angke. Tapi kemungkinan kualitasnya tidak selalu bagus. Kami sebagai pedagang menerima dari pemasok yang sudah menjadi langganan,” ujar Deni

Deni menegaskan, melalui koordinasi di Aula PPNP tersebut, ASPIBARA telah bersepakat dengan Dinas Pariwisata dan stakeholder terkait untuk memperbaiki standar pelayanan. Pihaknya tidak ingin citra wisata Palabuhanratu rusak akibat
ulah segelintir oknum.

​”Kami sepakat untuk menjaga kenyamanan pengunjung, memastikan kualitas ikan tetap terjamin, dan tidak ingin
kejadian seperti ini terulang lagi,”tukasnya

Deni juga menyebut, pedagang asongan yang berjualan di pinggir jalan merupakan bagian dari asosiasi. Namun, keterbatasan lapak membuat mereka belum memiliki tempat tetap.

“Sudah kami koordinasikan dengan pihak pelabuhan agar ke depan mereka bisa memiliki lapak tetap, sehingga lebih tertata,” tambahnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Iwan Darmawan, menyebut masuknya pasokan ikan luar daerah adalah hal lumrah karena sifat ikan laut yang musiman. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya pengawasan kualitas agar konsumen tidak kecewa.

“Ikan yang datang pasti melalui cold storage, kita cek asalnya dan kualitasnya. Diharapkan tetap terjaga dengan sistem rantai dingin (cold chain system),” jelasnya.

Ia juga mengakui, bahwa faktor harga murah kerap membuat pedagang tergiur mengambil ikan dengan kualitas yang kurang optimal, terutama jika disimpan terlalu lama.

“Dan memang mungkin karena kondisi kebutuhan dan sebagainya, mungkin lama menyimpan ya gitu, itu juga biasanya orang tergiur dengan harga murah gitu sehingga pedagang itu mengambil,” ungkapnya.

Iwan memastikan Dinas Perikanan akan memperketat pembinaan ke pasar dan lapak-lapak pedagang minimal sebulan sekali. Ia menegaskan tidak akan segan memberikan teguran keras jika ditemukan pedagang yang bermain curang, baik dari sisi kualitas maupun timbangan.

“Kami terus mengingatkan pedagang untuk jujur, menjaga kualitas produk, dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Itu yang utama,” tegas Iwan.

Perlu diketahui bersama bahwa, langkah ini respons cepat pemerintah dan asosiasi setelah sebelumnya media sosial dihebohkan oleh unggahan warganet akun @Syamilekyou yang dimana dirinya merasa dirugikan usai beli ikan dari pedagang asongan dijalan raya depan tempat pelelangan ikan (TPI) Palabuhanratu.

Tampak hadir pula pada kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Ali Iskandar dan OPD Kabupaten Sukabumi lainnya.

Tinggalkan komentar