ONENEWSOKE.COM
SUKABUMI, — Kelompok tani yang bernama “Tani Mukti” yang di ketuai oleh Sobar Handiman sapaan akrabnya Sober. Kini menuai sorotan tajam warga masyarakat Desa Cibenda Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Senin (16/03/2026).
Pasalnya, informasi yang diterima awak media onenewsoke.com dari salah satu warga yang sementara dirahasiakan namanya, dirinya mengungkapkan dengan keberadaan poktan tersebut.
Diantaranya yang menjadi sorotan tajam warga seperti bantuan mesin pengering padi modern atau vertical dryer bantuan dari pemerintah dugaannya yang tidak berdampak positif apapun terhadap warga, bahkan seolah milik pribadi ketua Poktan itu sendiri.
“Dan belum pernah ada warga yang menggunakan alat itu, “ungkap warga memulai pembicaraannya.
Dan perlu diketahui bersama, Poktan tersebut yang berada di ke RT an Cileuksa, Kampung Pasirceuri Desa Cibenda ini. Dan hampir semua di ke RT an itu menjadi anggotanya,” beber warga tersebut.
“Tidak ada transparan dengan warganya bantuan-bantuan teh pa,”ungkap warga menambahkan.
Bukan itu saja, warga tersebut juga mengatakan hampir semua anggota Poktan yang diketuai Sober dugaan kuat hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadinya selama ini.
Bahkan mengenai adanya bantuan bibit padi dan kacang sebelumnya pun, warga itu juga menjelaskan tidak pernah disaluran. Dan infonya dugaan kuat malah digiling atau dijadikan beras,”cetus warga.
Dan informasi perihal bantuan bibit padi itu yang diterima onenewsoke.com, itu terjadi di tahun sebelumnya. Kemudian pada saat dijadikan beras saat digiling mencapai 1,4 Ton waktu itu, “kata warga menjelaskan.
“Ongkoh bantuan jang masyarakat tapi seolah-olah jadi milik pribadi,”kata warga dengan nada kecewa
Tidak hanya itu saja, awak media onenewsoke.com pun mendapatkan informasi lain perihal Sober, dengan masalah yang berbeda dari warga lainnya. Yaitu perihal warga itu pernah disuruh menggembala sapi milik Sober sebanyak 3 ekor dengan satu anaknya selama 18 bulan.
Dan pada saat sapinya itu sedang hamil, karena warga yang memelihara sapi tersebut sakit, dirinya meminta Sober untuk mengambilnya. Lalu sapi itu diambilnya tanpa memberikan upah jasa apapun selama satu tahun setengah kepada warga tersebut. Sangat miris dan tidak perikemanusiaan jika itu benar adanya !?
Lalu untuk mendapatkan informasi yang berimbang, awak media pun mendatangi gudang dan kios milik SOBER sekira pukul 14:50 WIB, Jum’at (13/26). Namun hanya ada istrinya dan mengatakan suaminya lagi di sawah.
Kemudian terjadilah pertemuan awak media dengan sodara Sober yang di pasilitas pihak balai penyuluhan pertanian (BPP) Kecamatan Ciemas Agus Ali Mubarok pada hari Senin (16/03/2026) sekitar pukul 12:21 WIB, yang bertempat di kantor BPP Kecamatan Ciemas.
Atas informasi tersebut, Sober pun mengatakan setiap orang boleh berpendapat dan punya asumsi yang berbeda, namun yang jelas perihal bantuan padi itu bukan bibit bantuan seperti yang dituduhkannya.
“Bukan, itu benih dari perusahaan Brin untuk ditangkarkan tanpa biaya apapun dan dibersihkan kepada warga, dan kita bagikan di beberapa tempat seperti di Mandrajaya, Ciwaru dan Mekarsakti. Namun syaratnya nanti hasil panennya sebagian bisa saya beli tapi itu pun dengan harga diatas tengkulak lah,”ungkap Sober saat dikonfirmasi Awak Media.
Dan perihal sapi yang dipelihara warga, dirinya juga menjelaskan semua biaya beli paku, kayu, asbes termasuk pupuk dan penyuntikan dari dirinya.
“Bahkan saya pernah beli domba yang satu harga tiga juta, satu lagi dua juta. Itu diambil sama dia dan dijual dan tidak saya persoalkan. Dan itu sapi bukan sapi bantuan tapi sapi milik pribadi saya,”bebernya.
Kemudian mengenai Vertical dryer atau alat pengering padi, itu juga dijelaskan dirinya. Karena kapasitasnya minimal 10 ton, jadi memang sementara ini warga sekaligus anggota tani Haji Cecep yang pernah melakukan pengeringan disini, itu pun hanya KL 7 ton.
“Sementara alat pengering itu isinya 10 ton. Jadi kalau diisi di bawah 5 ton habis, biaya tinggi. Sampai kering 15% itu membutuhkan solar itu 5 derigen sampai 6 derigen jadi habis di operasionalnya. Dan bicara dampak buat warga, kita pekerjakan warga tapi kan kerjanya tidak lama karena melihat kondisi cuacanya seperti saat ini tidak ada pekerjaan itu,”kata Sober menandaskan.
Dan intinya dari informasi yang bersumber dari warga, semuanya dijawab dan dijelaskan oleh Sober yang menjadi ketua kelompok “Tani Mukti” didepan awak media dan jajaran BPP Kecamatan Ciemas.








