www.onenewsoke.com/
SUKABUMI, – Cukup viral di Media sosial, ornamen Penyu (kura-kura) raksasa di Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Alun Alun Gadobangkong Jalan Kidang Kencana Galangan RT 02/28, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, disorot warga.
Pasalnya patung Penyu tersebut dibuat terkesan asal asalan. Kerangka dalamnya hanya dibuat dari bambu.
Kondisi itu diunggah akun Facebook Eko Likeearth ( pintu handerson ), dan viral serta menuai beragam komentar miring.
” Wadduuhh….
Urang oge nyien lalaukan o’orayan di kolam bak make besi jg dicor.”, komentar salah satu pembaca. Komentar lainnya tak kalah seru, bahkan ia menuliskan permohonannya kepada beberapa kepala daerah mulai wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga ke Presiden Prabowo Subianto.
” Pak@ Andreas SE ,bagaimana ini? Coba di colek pelaksana Pembangunan area Gado Bangkong pak? Masa bikin penyu material nya dari kardus, ” salah satu komentarnya.
” Kang Dedi Mulyadi assalamualaikum pak haji,,minta pendapatnya dong,trimaksih pak, ” komentar Maksad Max.
Lain halnya dengan akun Senja Selobi. Ia menulis komentarnya, ” Kura kura buat karnaval hari nelayan eta mah, ” tulisnya.
” Terlalu… ” Tulis Firli Alumunium.
Perhatian publik cukup serius, pasalnya
mega proyek yang dibangun di masa Gubernur Ridwan Kamil itu di beberapa titik kini mengalami kerusakan, mulai dari ornamen Penyu hingga jogging track akibat tergerus ombak.
Pembangunan Alun alun laut ini dibiayai APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2022, dengan dana cukup fantastis, Rp 17,4 milyar.
Sungguh miris, ornamen Penyu yang merupakan ikonik Palabuhanratu itu dibuat asal asalan. Selain kerusakan pada cangkang, sirip, dan kaki Penyu, kerangka bagian dalam terlihat jelas dibuat dari bambu serta bahan yang mirip kardus.
Warga net kasih saran, ” Kudunamah.mke kawat ayamm+besi 6 inci.adukan na NU saee di jaminn kuattt, ” tulis Bang Baron.
Akun Juliawanto menulis, ” iyeu meureun hasil dana milyaran teh, sungguh kreatif..” sindirnya. Sementara pembaca bernama Nda Senada menulis komentarnya datar, ” kos anu rek Agustusan nyieuna Tina kardus, “
Imran Firdaus, selaku perwakilan pihak kontraktor proyek ini kepada awak media menyebutkan bahwa adanya kardus dalam ornamen Penyu, bahan tersebut bukan bahan utama.
“Bahan utamanya resin dan fiberglass, sedangkan kardus digunakan sebagai cetakan awal sebelum dilapisi resin. Jelas patung Penyu ini bukan terbuat dari kardus, ” ujarnya kepada awak media.








