One

Madrasah Diniyyah Hayatul Muslihin Sukabumi, Gelar Botram di Lingkungan Sekolah

www.onenewsoke.com/

SUKABUMI – Madrasah Diniyyah Hayatul Muslihin Sukabumi menggelar acara makan bersama untuk seluruh peserta didiknya, dikompleks madrasah. Kegiatan ini merupakan rutinitas yang ada di madrasah disetiap akhir semester ataupun akhir tahun ajaran. Kegiatan makan bersama ini dilakukan sebagai penanda bahwa sebentar lagi peserta didik akan memasuki masa liburan.

Dengan dukungan dari Ketua Yayasan dan komite Sekolah acara diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 12 Oktober 2022 di halaman madrasah bersama para santri dan guru serta perangkat sekolah lainnya.

“Ya acara makan bersama ini atau biasa disebut dengan ” Botram ” yang kita setelah selesainya penilaian Tengah Semester Ganjil Tahun ajaran 2022/2023. tujuannya sebagai upaya untuk mengeratkan tali persaudaraan dan kebersamaan diantara para santri serta orang tua murid, dengan harapan acara ini bisa diselenggarakan pada waktu tertentu untuk mengisi kegiatan luang agar para santri tidak merasa jenuh setelah selesai pembelajaran .” ungkap Nurmedia Repelita selaku ketua Yayasan dan Komite sekolah.

Sejak pandemic covid-19 mewabah awal 2020 lalu, rutinitas tiap semester bagi peserta didik ini ditiadakan, mengingat kondisi tersebut sangat membatasi setiap orang untuk banyak beriteraksi diluar termasuk berinteraksi didalam lingkungan madrasah.

“Kerinduan akan moment makan bersama dimadrasah ini dapat terobati dengan pelaksanaan makan bersama yang digelar di Madrasah Diniyyah Hayatul Muslihin Sukabumi. Puluhan peserta didik yang mengikuti acara botram ini bersuka ria makan bersama teman-temannya di dalam lingkunagn madrasah. Makanan yang meraka santap adalah bekal yang mereka bawa dari rumah masing-masing,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama kepala sekolah Madrasah Diniyyah Hayatul Muslihin Sukabumi, Neneng Suminar, mengungkapkan, kurangnya minat dari orang tua untuk menyekolahkan anak-anak nya di lingkungan pesantren menjadi penyebab kurangnya jumlah anak didik di Madrasah Diniyyah Hayatul Muslihin Sukabumi.

“Memang yang minat sekolah Madrasah Diniyah sekarang sudah jarang, karena orang tua lebih memilih menyekolahkan anak nya ke sekolah boarding school, sekolah Islam terpadu yang belajar agama nya sudah disatukan. Tapi kami masih mempertahankan budaya dari dulu, budaya turun temurun yang seyogya nya harus menjaga tradisi ini, sehingga Madrasah Diniyah tetap eksis masih di gemari orang tua untuk menitipkan anak-anaknya kepada kami dalam mendidik keagamaannya,”tutupnya.(*)

Tinggalkan komentar