One

Sakit Cukup Lama, Arifin Warga Desa Mandrajaya Kecamatan Ciemas Butuh Bantuan Pemerintah

www.onenewsoke.com/

CIEMAS-SUKABUMI _ Arifin (34) Pria asal Kampung Bantar Panjang, Kedusunan Citangkil Desa Mandrajaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kini sudah tidak bisa buat apa-apa lagi, semenjak dari tahun 2018 hingga kini sakit yang di alaminya tak kunjung sembuh.

Kasur lantai dan tabung oksigen yang selalu berada disamping tempat dirinya berbaring, menjadi saksi kunci saat dirinya kambuh sakitnya yang sudah lama dideritanya. Keluar masuk rumah sakit di wilayah Kabupaten Sukabumi sudah keluarganya lakukan, bahkan ke non medis pun acap kali keluarganya jalankan. Namun sampai saat ini, belum membuahkan hasil.

Penyakit komplikasi (Paru-paru dan lambung), yang diderita Arifin membuat postur tubuhnya hanya terlihat tinggal kulit dan tulang. Sangat miris dan sedih melihatnya, saat Awak Media www.onenewsoke.com/ mengunjungi kediamannya pada Selasa (19/07/2022) malam, sekitar pukul 21:00 Wib.

Dengan suara yang tersendat sendat menahan kesakitan, saat dimintai keterangan oleh Awak Media www.onenewsoke.com/, Arifin menceritakan awal dirinya alami sakit tersebut

“Saya mengalami sakit paru paru dan lambung ini, mulai dari tahun 2018 sampai sekarang. Sering Keluarga bawa saya ke Rumah Sakit, baik RS Jampang maupun RS Palabuhanratu namun belum kunjung sembuh. Termasuk juga ke ahli spiritual. Orang tua saya sudah habis-habisan mengeluarkan biaya buat kesembuhan saya, saya merasa kasian sama mereka. Sudah banyak biaya yang di keluarkan sama orang tua saya,”ungkap Arifin sembari menahan sakit dan sedih saat bercerita perjuangan keluarganya.

Disela-sela pembicaraannya dengan Arifin, drinya juga berharap masih ada tangan tangan Tuhan yang peduli terhadap kesembuhan dirinya,

“Saya berharap ada bantuan dan solusi dari Pemerintah pa, untuk kesembuhan saya ini. Saya punya istri, tetapi sampai saat ini saya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya terbaring di tempat tidur. Ke kamar mandi pun saya di papah oleh istri atau orang tua saya. Untuk itu saya mohon bantuan dari semua pihak. Dan terima kasih pada pihak wartawan yang mau meliput keadaan saya saat ini,”ucapnya.

Kemudian, Awak Media pun meminta tanggapan dari Ayah Arifin M. Tamsidin sembari berkaca-kaca dirinya mengatakan,

“Arifin anak ke-satu saya, iya pa sakitnya sejak tahun 2018. Berbagai upaya sudah kami lakukan buat kesembuhan anak saya. Saya sudah habis-habisan. Tanah sudah terjual, sawah sudah saya gadaikan buat kesehatan anak saya. Namun sampai saat ini belum sembuhnya,”tutur M Tamsidin sembari menahan kesedihan terlihat dari raut wajahnya.

M. Tamsidin juga tidak patah semangat, berbagai upaya terus dirinya lakukan sampai saat ini. Bahkan ke ahli spiritual pun dirinya juga lakukan pengobatan alternatif tersebut.

“Ya saat ini kami selaku orang tua, tidak patah semangat terus lakukan berbagai upaya buat kesembuhan anak kami. Tapi dengan kondisi saat ini , saya sudah habis-habisan pa. Untuk itu, saya mohon kepada pemerintah untuk bisa membatu beban yang kami alami saat ini, dengan kondisi ekonomi yang sudah mulai habis Pa. Saya mohon bantuan semua pihak, terutama bantuan buat kesembuhan anak saya ini,”harapan M. Tamsidin dengan wajah yang terlihat  menahan beban yang cukup berat.

Ditempat yang sama, kebetulan ada Keluarga Besar TAOPIK GUNTUR yang juga nengokin Arifin ke rumahnya.

Aden salah satu perwakilan dari keluarga besar TAOPIK GUNTUR angkat bicara,

“Saya bersama rekan kesini, setelah mendengar Arifin kondisi sakitnya belum ada perubahan. Dulu pun sempat kita bantu urus surat suratan dan antar pengobatannya ke Rumah Sakit, namun setelah itu karena kesibukan saya tidak monitor lagi. Pas dengar Arifin masih sakit, kami langsung kesini nengokin. Insyaallah kami dari keluarga besar A TAOPIK GUNTUR, akan membatu sekemampuan kami nantinya. Paling menunggu dulu sampai jadwal berobat jalannya yang sedang dilakukan Arifin selesai dulu,”kata Aden

Tinggalkan komentar