PALABUHANRATU – SUKABUMI _ Saat ini, Warga masyarakat Palabuhanratu sedang mengadakan peringatan Syukuran Nelayan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 14-31 Mei 2022 di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi
Kegiatan tersebut yang memang di inisiatif oleh HNSI ( himpunan nelayan seluruh Indonesia) DPC Kabupaten Sukabumi dan seluruh masyarakat nelayan Palabuhanratu, yang diketua H. Dede Ola. Diketahui bersama, bahwa perhelatan tersebut yang setiap tahunnya mereka laksanakan.
Dampak positif tentunya dari Kegiatan tersebut, selain mampu mengundang para wisatawan yang berkunjung, juga bisa meningkatkan ekonomi warga lokalnya, termasuk juga pada PAD Kabupaten Sukabumi.
Namun ada informasi yang cukup mengagetkan, untuk penyelenggaraan syukuran nelayan tahun ini, saat dikonfirmasi tim media yang tergabung di Pers Sukabumi Ngahiji (PSN), dengan ketua umum panitia syukuran nelayan Palabuhanratu Sep Radi Priadika, sekaligus dirinya Sekretaris (HNSI) DPC Kabupaten Sukabumi, mengungkapkan rasa sedih, kecewa dan pertanyaan besar dari dirinya
Radi menilai, dukungan dari dinas Pariwisata dan dinas terkait lainnya, terlihat setengah hati, pilih kasih dan terkesan membeda-bedakan dalam bantuannya
“Saya mendapat informasi, untuk penyelenggara kegiatan yang serupa di daerah lain yang digelar beberapa hari lalu, pihak dinas mengucurkan anggaran yang lumayan besar, sangat kontras sekali dengan bantuan yang (akan) diberikan kepada kita, sangat jomplang lah,” jelas Sep Radi sangat memberi keterangan di kantor DPC HNSI Jalan Pelita Kelurahan Palabuhanratu Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Selasa 17/05/2022
“Untuk lebih jelasnya silahkan rekan-rekan wartawan untuk konfirmasi langsung saja kepada dinas terkait. Berapa bantuan yang diberikan kepada kami, dan berapa pula bantuan yang diberikan pada penyelenggara yang lain. Sangat jauh perbedaannya,” dirinya menambahkan
“Bukan saya hendak mengungkit-ngungkit , perbedaan bantuan mereka (Dinas ) pada kami, lanjut Sep Radi, tetapi ini adalah wujud dari ketransparanan kami kepada pihak media
Radi juga menceritakan, bagaimana sakral dan sudah mendarah dagingnya kegiatan syukuran nelayan tersebut,
“Hari nelayan itu dari dahulu terpusatnya di Palabuhanratu, banyak pengunjung dari luar daerah yang berdatangan ke sini, Dan itu sudah berjalan dari beberapa generasi. Dan masyarakat luas juga tahu akan hal itu, bahkan sudah menjadi Ikon tersendiri. Bagi kami warga Palabuhanratu perayaan ini adalah sebuah pesta yang sangat dinantikan. Kala saya kecil hingga dewasa pun kegiatan ini sangat saya nanti-nanti, begitu juga dengan teman-teman saya yang lain. Itu menunjukan betapa berkesannya perayaan ini bagi warga Palabuhanratu,”ungkpanya
Mengingat hal itu, kembali lagi Sep Randi mengulas akan senjangnya bantuan dari dinas kepada mereka
“Namun janggalnya, ketika ada perayaan yang sama yang diadakan oleh wilayah lain, tetapi nilai bantuan yang dinas berikan sangat berbeda. Padahal bila diibaratkan, Palabuhanratu itu adalah induk dari kegiatan Hari Nelayan di Sukabumi, dan daerah lain adalah anaknya. Tetapi kenapa bantuan dari dinas kepada penyelenggara kegiatan bisa terbalik, induk mendapat bantuan yang kecil, sang anak mendapat bantuan besar. Ada apa, ini kan menjadi sebuah pertanyaan.”tandas Radi dengan nada kecewa
Kemudian, saat dinyatakan dengan situasi saat ini , tanggapan dari Ketua HNSI sendiri, Radi sudah cerita semuanya. Dan dia kecewa,”kata Radi sama Tim media
Namun biar begitu Sep Randi Optimis pelaksanaan kegiatan hari nelayan yang ke- 62 akan tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan
“Saya sudah berbicara dengan Ketua HNSI H.Dede Ola, kebetulan beliau saat ini sedang sakit. Saya sudah menjelaskan kepada beliau, bahwa saya menjamin penyelenggaraan akan tetap berjalan sesuai rencana, meski sebagian anggaran akan merogoh kocek pribadi saya sendiri,”paparnya.
Selain itu, tim Media pun menyinggung bagaimana dengan anggota DPRD yang ada di Dapil 1, peran sertanya dalam kegiatan Syukuran Nelayan tersebut?
“Sampai hari ini belum ada bantuan dukungan secara moril maupun materil yang kami dapat dari anggota DPRD khususnya dari Dapil I, yang notabene mereka-mereka adalah wakil dari masyarakat nelayan juga. Meskipun kami telah berupaya menghubungi beberapa diantara 8 wakil masyarakat dari dapil I Palabuhanratu tersebut,” kata Radi
“Belum..belum ada satupun yang telah memberikan bantuan, padahal kami dari pihak penyelenggara sudah mencoba berkomunikasi dengan mereka,”paparnya.
Di tempat yang berbeda, tim Awak Media mendatangani salah satu tokoh masyarakat Palabuhanratu Iman Adi Nugraha, untuk minta tanggapan perihal itu, dirinya sangat menyayangkan apabila informasi yang disampaikan kepadanya demikian
“Kalau memang benar informasinya seperti itu, saya sangat menyayangkan sekali. Meskipun saya sendiri tidak mengetahui, berapa sih anggaran yang pantas diberikan oleh dinas kepada pihak penyelenggara.
Tapi yang jelas, di luar itu semua, saya sebagai masyarakat Palabuhanratu akan mendukung serta membantu kegiatan ini. Sebelumnya saya juga sudah sempat berkomunikasi dengan Ketua DPC HNSI H. Dede Ola, dan saya mengatakan kepada beliau akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu kegiatan ini. Apalagi H.Dede Ola tersebut adalah sahabat saya juga,” terang Iman yang juga seorang politisi tersebut
Iman juga berharap perihal kontribusi atau partisipasi anggota DPRD dapil 1, dengan syukuran nelayan itu,
“Adapun kepada rekan-rekan anggota DPRD dari Dapil I, saya hanya bisa mengimbau, hendaknya bisa membantu panitia penyelenggara baik secara moril maupun materil. Apa sebab, karena keberhasilan acara hari nelayan ini bukan hanya keberhasilan pihak penyelenggara saja,tetapi adalah keberhasilan kita bersama sebagai masyarakat Palabuhanratu dan Sukabumi pada umumnya. Dan Harapan saya tentunya acara ini bisa sukses Sampai selesai,” Iman Adi Nugraha menutupi pembicaraannya sama sejumlah awak media di Palabuhanratu








